Soal Nasib PTM, Pemkab Sleman Pilih Tunggu Intruksi Pemda DIY 

Pemkab Sleman belum berencana menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sekolah. Hanya saja, akan segera dilakukan evaluasi. 

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Sekda Sleman Harda Kiswaya seusai audiensi dengan pendukung calon lurah yang terdampak putusan MK di gedung Setda Sleman, Kamis (14/10/2021) 

Satu di antaranya dengan menurunkan kapasitas siswa. Jika sebelumnya PTM digelar seratus persen, sejak Rabu (2/2) telah diturunkan menjadi 50 persen.

Di samping itu, standar operasional prosedur (SOP) untuk menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah juga telah dibuat dengan mengedepankan Protokol Kesehatan ketat. 

"Artinya kita sudah melakukan langkah antisipasi," katanya. 

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman sebelumnya menyebut ada temuan kasus Covid-19 di enam sekolah tingkat SD-SMP di Bumi Sembada.

Sekolah tersebut ada di Kapanewon Mlati, Depok hingga Ngaglik. Saat ini, semua kasus Covid-19 di sekolah sudah ditindaklanjuti dengan tracing.

Pasien yang positif dilaporkan menjalani isolasi di rumah maupun selter isolasi.

Satu di antara sekolah yang ditemukan kasus positif covid-19 adalah Sekolah Dasar (SD) Negeri di Mlati.

Kepala Puskemas Mlati II, Dokter Veronika Evita Setianingrum mengatakan, kasus ini bermula dari adanya siswa kelas IV yang terkonfirmasi positif covid-19.

Kemudian, dilakukan tracing kepada 34 siswa dalam satu kelas, pada Jumat (4/2/2022). Hasilnya, ditemukan ada 3 siswa positif covid-19 sehingga jumlah yang terpapar menjadi 4 siswa. 

"Kami masih lakukan tracing kepada 12 orang, menyasar anggota keluarga," kata Dokter Veronika.

Menurut dia, pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut sementara dihentikan dan pembelajaran berganti daring. 

Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih mengungkapkan, pembelajaran daring selama dua pekan juga diterapkan di salah satu SD di Kapanewon Ngaglik menyusul ditemukannya kasus positif covid-19.

Kasus di sekolah ini sendiri bermula pada 29 Januari lalu, ketika disinyalir ada satu orang siswa terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap 59 orang. Hasilnya didapati, 8 siswa dan 1 guru terkonfirmasi positif covid-19. 

"Tindak lanjutnya (pasien positif) isoman. Kemudian sekolah belajar online selama 2 minggu ini," kata dia. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved