Berita Pendidikan Hari Ini
Puluhan Orang di Sekolah Swasta Sleman yang Positif Covid-19 Diminta untuk Isolasi di Isoter
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyebut, hasil pelacakan atau tracing kasus penularan Covid-19 di sekolah swasta di Kapanewon Mlati,
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
"Hasil pemantauan (kondisi pasien positif) sehat. Tapi karena sudah terkonfirmasi jadi harus waspada," kata dia.
Baca juga: Polres Bantul Amankan 3 Orang dalam Kasus Penyerangan dan Perusakan Mobil Mercy
Peringatan Pelaksanaan PTM di Sleman
Danang mengungkapkan, penularan yang bermula dari Sekolah Swasta di Mlati ini, bukan dari lingkungan sekolah.
Melainkan, berawal dari ada anak positif cCovid-19 yang diduga tertular dari keluarganya yang bekerja di luar daerah.
Setelah ditracing ternyata puluhan orang di lingkungan sekolah tersebut dinyatakan positif.
Kasus ini menurutnya menjadi peringatan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) di Sleman yang sudah berlangsung seratus persen.
"Pasti, ini menjadi warning, bagi pembelajaran di sekolah lain," kata Danang.
Ia mengimbau kepada semua pihak agar tidak lengah dengan protokol kesehatan.
Omicron di berbagai daerah menurutnya terus bertambah sehingga pengetatan prokes menjadi keharusan, tidak bisa ditawar lagi.
Terpisah, Kepala Puskemas Mlati I, dr. Ernawati yang menangani tracing sekolah tersebut mengungkapkan, pihaknya dari kemarin sudah berusaha memotivasi agar pasien yang konfirmasi positif bisa dibawa ke Isoter supaya lebih aman. Namun hingga kini masih keberatan.
"Iya (kami bujuk), masih ada keberatan dari wali murid. Puskesmas tetap memonitor secara ketat melalui pendampingnya dan memastikan bahwa kondisi asrama kondusif untuk isoman," kata dia.
Senada diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan. Menurut dia, hingga kini belum bisa merujuk puluhan pasien di sekolah tersebut untuk dibawa ke isolasi terpusat.
"Baru proses koordinasi dengan Puskemas Mlati I," tuturnya. (rif)