Berita Pendidikan Hari Ini
Puluhan Orang di Sekolah Swasta Sleman yang Positif Covid-19 Diminta untuk Isolasi di Isoter
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyebut, hasil pelacakan atau tracing kasus penularan Covid-19 di sekolah swasta di Kapanewon Mlati,
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyebut, hasil pelacakan atau tracing kasus penularan Covid-19 di Sekolah Swasta di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman terus bertambah.
Per Jumat (28/1/2022) kemarin, sudah ada 31 orang terkonfirmasi positif. Upaya antisipasi terus dilakukan agar virus tidak menyebar.
Satu di antaranya, membujuk agar siswa, guru maupun karyawan sekolah yang positif Covid-19 bisa dirujuk ke isolasi terpusat.
"InsyaAllah saya baru komunikasi dengan kepala sekolah, kalau dibolehkan atau disetujui, kami harapkan untuk Isolasi di Isoter ," kata Danang, Sabtu (29/1/2022).
Baca juga: LINK Live Streaming Persebaya vs PSS Sleman : Kick Off Pukul 18.15 WIB, Siaran Langsung Indosiar
Menurut dia, puluhan orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini sedang menjalani Isolasi di lingkungan sekolah.
Untuk diketahui, Sekolah Swasta di Kapanewon Mlati tersebut adalah 'boarding school' atau sekolah asrama sehingga dinilai rawan penularan menyebar.
Danang mengaku sudah berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman agar bisa merujuk pasien positif ke tempat Iisolasi terpusat di Asrama Haji.
"Saya komunikasi kalau bisa jangan Isolasi di sekolah, tapi di Isoter saja," kata dia.
Saat ini di kabupaten Sleman masih menyiagakan dua tempat isolasi terpusat bagi pasien konfirmasi Covid-19.
Yaitu, Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang.
Disinggung pertimbangan mengapa pihak sekolah enggan membawa pasien ke Isoter, Danang mengaku belum mengetahui secara pasti.
Tetapi, Ia menduga, mayoritas yang konfirmasi positif adalah anak-anak seusia SMP, sehingga pihak sekolah masih memiliki kekhawatiran.
Padahal, dua Isoter yang dimiliki Pemkab Sleman, menurut Danang sudah dilengkapi dengan tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang cukup lengkap.
Ia mengungkapkan, pasien konfirmasi positif di lingkungan sekolah swasta tersebut, berdasarkan hasil pemantauan, kondisinya baik.
Namun demikian, tetap menjadi kewaspadaan. Itu alasan, pihaknya menginginkan agar pasien bisa dibawa ke Isoter.