Obyek Wisata
OBYEK WISATA : Menyambangi Embung Mranggen Klaten, Tempat Terasyik untuk Memancing
Embung Mranggen yang berada di Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah telah dibangun sejak tahun 2017.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Mona Kriesdinar
Embung Mranggen yang berada di Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah telah dibangun sejak tahun 2017. Embung tersebut merupakan satu dari beberapa objek wisata yang bakal dikembangkan di desa itu selain Umbul Kroman.
ADA banyak cara membunuh waktu di tengah rutinitas yang padat. Satu di antara yang menjadi favorit masyarakat adalah memancing. Entah itu di kolam, sungai, laut, dan embung. Embung Mranggen merupakan satu tempat asyik untuk mengail ikan.
"Warga memang banyak yang memancing di daerah sana karena juga ada ikan-ikannya. Tapi tetap kita minta untuk hati-hati," ujar Kepala Desa Mranggen, Miseran saat saya temui di kantornya, Selasa (4/1/2022).
Embung tersebut memiliki banyak ikan seperti nila dan gabus. Embung seluas hampir dua ribu meter persegi itu dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Fungsi utamanya adalah untuk observasi, dan menahan serta menampung air hujan.
Selain itu, juga sebagai fungsi pengairan irigasi pertanian di sebagian desa di Kecamatan Ngawen dan Karangnongko.
"Sebagian lagi untuk irigasi pertanian tapi bukan untuk warga Mranggen, itu untuk warga kecamatan Ngawen dan Karangnongko karena kita berada diperbatasan," ucap Miseran.
Menurutnya, bagi warga Mranggen sendiri embung tersebut berfungsi untuk menahan air hujan. Sebab, sebelum adanya embung setiap musim kemarau sering terjadi kekeringan air bersih setiap memasuki musim kemarau panjang.
"Tapi setelah ada embung ini manfaatnya bagi warga Mranggen juga banyak. Sebab pada bulan-bulan kemarau seperti Juni, Juli, dan Agustus sumur-sumur warga itu sering kering, tapi setelah adanya embung sekarang nggak pernah kering. Itu salah satu fungsi embung," katanya.
Hati-hati
Embung Mranggen itu memiliki kedalaman sekitar 7 meter sehingga sekeliling embung dipagari agar tak ada warga yang bisa masuk ke area embung.
"Ini masih milik provinsi belum di serahkan ke pemkab atau desa," tandasnya.
Sementara itu, Nurdin (36) seorang pemancing mengaku cukup sering memancing di sekitar embung tersebut. Hal itu karena ikannya besar-besar dan suasana di sekitar embung cukup asri.
"Di sini suasananya asri dan ikannya juga banyak. Saya sering ke sini," tutur dia. (Almurfi Syofyan)
Baca Tribun Jogja edisi Rabu 19 Januari 2022 halaman 01