Berita Gunungkidul Hari Ini
Dinkes Gunungkidul Tegaskan Omicron Masih Belum Terdeteksi
Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul beberapa waktu lalu mengirimkan sejumlah sampel swab dari klaster keluarga di Playen ke laboratorium di Yogya
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul beberapa waktu lalu mengirimkan sejumlah sampel swab dari klaster keluarga di Playen ke laboratorium di Yogyakarta.
Gunanya untuk memastikan apakah pada kasus tersebut adalah Covid-19 varian Omicron.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty menegaskan bahwa hingga Rabu (19/01/2022) ini varian Omicron belum terdeteksi dari kasus aktif yang ada.
Baca juga: Lebih dari 4 Ribu Lansia di Kota Yogya Sudah Divaksin Booster
"Belum ada, toh dari laboratorium juga belum memberikan hasilnya secara resmi," kata Dewi ditemui di RSUD Wonosari.
Menurutnya diperlukan waktu beberapa hari lantaran metode pemeriksaan untuk varian Covid-19 dilakukan lebih mendalam.
Adapun pemeriksaan dilakukan dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS).
Dewi pun mengatakan proses pemeriksaan juga berlangsung lama karena ada banyak sampel yang diperiksa. Itu sebabnya pihaknya hanya mengirimkan sampel dan kini menunggu hasilnya.
"Mudah-mudahan hasilnya bukan (Omicron)," ujarnya.
Merujuk pada data Dinkes Gunungkidul hari ini, tidak ada penambahan kasus baru konfirmasi positif. Hingga kini tercatat ada 7 kasus aktif, selain dari klaster Playen juga dari hasil screening Ponjong dan pelaku perjalanan luar negeri dari Wonosari.
Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati menyampaikan bahwa pihaknya kini merawat 7 pasien terkait Covid-19.
Sebanyak 3 kasus merupakan konfirmasi positif dari klaster Playen.
"Kemudian 4 lainnya berstatus Suspek, hingga kini masih menunggu hasil PCR," kata Heru.
Baca juga: Gaga Muhammad Divonis 4,5 Tahun Penjara, Ini Profil Hakim yang Memberi Putusan
Menurut Heru, dua pasien konfirmasi positif memiliki gejala sedang dan satu lagi gejala ringan.
Adapun kasus pertama dari klaster Playen ini termasuk memiliki gejala sedang.
Sebelumnya diberitakan, klaster Playen berawal dari sepasang suami-istri yang melakukan perjalanan ke luar daerah.
Sekembalinya dari perjalanan, istrinya bergejala dan hasil PCR-nya positif.
Tracing pun langsung dilakukan ke seluruh anggota keluarga.
Sejauh ini, ada 5 orang dalam satu keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19. (alx)