Antisipasi Varian Omicron, Bupati Sleman: Masyarakat Mawas Diri, Hati-hati, dan Taat Prokes 

Pemerintah Pusat telah mengumumkan temuan kasus pertama varian Omicron di Indonesia. Artinya, potensi ancaman gelombang ketiga

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Pusat telah mengumumkan temuan kasus pertama varian Omicron di Indonesia.

Artinya, potensi ancaman gelombang ketiga Covid-19 pasca libur Natal dan Tahun Baru 2022 perlu diwaspadai.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman pun melakukan langkah antisipasi. 

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, langkah antisipasi menghadapi varian Omicron, berdasarkan arahan dari Presiden adalah dengan selalu peduli pada Protokol Kesehatan.

Baca juga: Capaian Vaksinasi di Kulon Progo Melambat, Ada Warga Sudah Divaksin Belum Terdata Aplikasi Pcare

Di antaranya, menjaga jarak dan selalu menggunakan masker. Masker jangan dilepas saat aktivitas diluar rumah. 

"Omicron sudah ada di Indonesia,  dan ini kemungkinan ada disekitar kita," katanya, Jumat (17/12/2021). 

Kustini mengatakan, sesuai arahan Presiden, pemerintah daerah diminta segera selesaikan vaksinasi.

Cakupan vaksinasi di Kabupaten Sleman sendiri sudah cukup tinggi.

Sampai saat ini, sudah 92 persen (dosis pertama) dan lebih dari 80 persen dosis ke-dua.

Tetapi, menurut dia, vaksinasi saja tidak cukup.  

Varian Omicron tetap harus diantisipasi.

"Masyarakat tetap mawas diri, hati-hati dan harus taat protokol kesehatan," kata dia. 

Sampai saat ini, diakuinya belum ada laporan temuan Covid-19 varian Omicron di Bumi Sembada.

Namun, jikapun nanti ditemukan, Kustini mengaku sudah membuat skenario penanganan dengan menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan dan sarana yang sebelumnya telah dimiliki Sleman ketika kasus corona sedang tinggi. 

Baca juga: Komunitas Perempuan Tangguh Sleman Diharapkan Mampu Berjuang untuk Ketahanan Pangan 

Termasuk mengaktifkan kembali Selter isolasi jika memang kasus yang ditemukan banyak.

Saat ini, di Sleman ada dua selter yang beroperasi yaitu, Selter Rusunawa Gemawang dan Asrama Haji.

Sejauh ini belum ada upaya menambah selter. 

"Kita melihat dulu perkembangan kasus. Rumah sakit sekarang kan banyak yang kosong. Kalau kasusnya mencuat banyak, ya kita akan bekerjasama dengan RS. Semuanya kita siapkan. Rumah Sakit siap, puskesmas siap dan dokter semuanya siap. Dari pada yang dulu, sekarang ini, persiapan kita lebih tertata," jelas dia. 

Lebih lanjut, Kustini mengatakan pengawasan terhadap warga yang datang dari luar negeri sejauh ini sudah cukup ketat di pintu masuk Bandara.

Namun demikian, Ia mengimbau kepada masyarakat apabila ada warga asing atau warga Sleman yang baru pulang dari luar negeri agar mengikuti prosedur karantina. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved