Komunitas Perempuan Tangguh Sleman Diharapkan Mampu Berjuang untuk Ketahanan Pangan 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melantik pengurus Komunitas Perempuan Tangguh Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (17/12/2021).

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melantik pengurus Komunitas Perempuan Tangguh Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (17/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melantik pengurus Komunitas Perempuan Tangguh Sleman (KPTS) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (17/12/2021).

Komunitas yang beranggotakan ratusan perempuan ini diharapkan mampu menjaga, sekaligus berjuang untuk ketahanan pangan di Bumi Sembada.

"Kita lantik KPTS, harapan saya, ketahanan pangan di Sleman terjamin," kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, seusai pelantikan. 

Baca juga: Antisipasi Transmisi Varian Omicron, Wali Kota Magelang Tingkatkan Kewaspadaan Mulai Tingkat RT/RW

Cara yang ditempuh untuk menjaga ketahanan pangan adalah pemberdayaan masyarakat di pedesaan untuk bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan pekarangan sekitar rumah, maupun lahan yang tidak produktif.

Para perempuan diajak untuk menanam, memelihara dan menghasilkan bahan pangan.

Kemudian berani mengolah, dan menjualnya sebagai produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Kustini menilai komunitas yang diketuai Dwi Susilowati, ini sangat penting.

Sebab, perempuan yang mau mengembangkan diri, baginya perlu dirangkul dan diberi wadah.

Selain menjaga ketahanan pangan, anggota KPTS juga diharapkan peduli terhadap lingkungan, agar lebih bersih dan sehat.

Menurut dia, kondisi lingkungan di Kabupaten Sleman selama ini sudah cukup sehat namun belum optimal. 

Untuk itu, komunitas perempuan tangguh Sleman, nantinya diharapkan bisa berkolaborasi bersama organisasi perangkat daerah, untuk bersama-sama menjaga dan menciptakan lingkungan yang sehat. 

"Nanti 2022, kita akan gerakkan lingkungan sehat dengan KPTS," kata dia. 

Baca juga: Epidemiolog UGM Sarankan Lansia Disuntik Vaksin Booster untuk Antisipasi Penularan Omicron

Ketua Komunitas Perempuan Tangguh Sleman, Dwi Susilowati mengaku siap menjalankan apa yang diharapkan Bupati Sleman.

Pihaknya bersama-sama akan menggiatkan pemanfaatan lahan pekarangan. Baik lahan yang ada di sekitar rumah, maupun lahan tidak produktif. 

"Harapannya agar ketahanan pangan di Sleman bisa terjaga. Sehingga, ibu rumah tangga bisa mencukupi kebutuhan sendiri dari lahan disekitar rumahnya. Kemudian punya olahan produksi. Seperti singkong yang diolah menjadi makanan pokok maupun camilan," kata dia. 

Program lain yang akan dilakukan, adalah melakukan kunjungan ke pelaku UMKM anggota komunitas.

Minimal satu bulan sekali untuk saling berbagi ilmu. Dengan begitu, Ibu-ibu diharapkan memiliki pengalaman, pengetahuan dan bisa lebih maju. Sehingga mampu mendongkrak peningkatan ekonomi keluarga. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved