Breaking News:

Update Berita Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 10 Desember 2021, 2 Kali Guguran Lava Meluncur ke Barat Daya Pagi Ini

Gunung Merapi mengeluarkan 2 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1,8 km ke arah barat daya, Jumat (10/12/2021), mulai pukul 00.00-06.00.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi yang terpantau dari PGM Jrakah, Rabu (15/9/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi mengeluarkan 2 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1,8 km ke arah barat daya.

Hal tersebut terlihat dalam pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) selama enam jam, Jumat (10/12/2021), mulai pukul 00.00-06.00 WIB.

Secara meteorologi, cuaca berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat laut.

Suhu udara 19-21 °C, kelembaban udara 86-90 %, dan tekanan udara 758-957 mmHg.

Baca juga: Update Gunung Merapi 9 Desember 2021, Guguran Lava Meluncur 4 Kali ke Barat Daya Pagi Ini

“Secara visual, gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200-300 m di atas puncak kawah,” ungkap Kepaa BPPTKG, Hanik Humaida.

Gempa guguran terjadi sebanyak 36 kali dengan amplitudo 3-21 mm berdurasi 70-150 detik.

“Gunung Merapi masih berstatus siaga atau ada di level 3,” tambah Hanik.

BPPTKG merekomendasikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. 

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Baca juga: Siaga Gunung Merapi, BPBD Kabupaten Magelang Lakukan Pengecekan Tempat Evakuasi Akhir

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. 

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved