Pemkot Yogyakarta Minta Komitmen Toko Oleh-oleh, Jangan Beri Akses Pelanggar One Gate System 

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendorong toko oleh-oleh di wilayahnya, supaya ikut serta berperan aktif dalam upaya pengawasan akses wisatawan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendorong toko oleh-oleh di wilayahnya, supaya ikut serta berperan aktif dalam upaya pengawasan akses wisatawan, khususnya di masa PPKM Level 3 selama libur Natal, dan tahun baru (Nataru) akhir Desember mendatang. 

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berujar, skema one gate system tetap jadi andalan Pemkot, dalam menyaring para pelancong yang masuk.

Tapi, seiring angka kunjungan yang terus melonjak, pemerintah pun butuh sinergi dari pelaku wisata. 

"Selain testing (Covid-19) acak di tempat wisata, kita juga berharap teman-teman hotel, maupun toko oleh-oleh, bisa menjadi pelapisnya. Kita sedang koordinasikan itu, supaya mereka tidak menerima bus-bus yang belum masuk ke (Terminal) Giwangan," katanya, Kamis (2/12/2021). 

Baca juga: PT LIB Buktikan Elwizan Aminudin Dokter Gadungan, Sempat Kerja di PSS Sleman dan Sejumlah Klub Lain

Dirinya tidak menampik, dalam beberapa pekan terakhir, masih dijumpai deretan angkutan pariwisata, yang enggan mematuhi aturan satu pintu masuk.

Menurutnya, opsi itu dipilih, karena rombongan yang mereka boyong, tidak memenuhi syarat-syarat perjalanan luar daerah. 

"Karena tidak melalui Giwangan, mereka akhirnya tidak mendapat akses ke TKP resmi. Jadi, rombongan dibawa ke toko oleh-oleh, diturunkan di sana. Kemarin masih ada itu, tapi sudah dikondisikan teman-teman Kemantren. Kita harapannya jangan terjadi lagi begitu," katanya. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut menegaskan, butuh komitmen dari para pemilik toko oleh-oleh agar wisatawan yang tidak memenuhi syarat, khususnya soal vaksin virus corona, benar-benar tidak diberi celah.

Dengan begitu, pelancong yang tiba, dipastikan telah tervaksin. 

"Ya, selama ini toko oleh-oleh, selain itu nggak ada lah. Biasanya toko oleh-oleh, atau modus lainnya, bus-bus itu menurunkan penumpang di Malioboro, kemudian nanti dijemput lagi, jadi tidak parkir," tandas Heroe. 

Baca juga: Kembangkan Telaga Kemuning Patuk, Pemkab Gunungkidul Gandeng Perguruan Tinggi

"Makanya, kami butuh komitmennya, dari teman-teman pemilik toko oleh-oleh supaya tidak menerima bus wisata yang tidak masuk Giwangan dulu," imbuhnya. 

Ia menandaskan, peningkatan wisatawan selama Nataru mendatang harus diantisipasi sebaik mungkin, meski pusat telah menerapkan berbagai macam pembatasan.

Pasalnya, ancaman gelombang tiga pandemi, plus varian terbaru Covid-19, Omicron, saat ini tengah mengintai. 

"Meskipun sarana, atau fasilitas kesehatan kita sekarang sudah jauh lebih siap, lonjakan kasus Covid-19 tetap harus dicegah. Bagaimanapun wisatwan datang ke Yogyakarta sehat, pulangnya juga sehat," jelasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved