Breaking News:

Pembatasan Diperketat, Objek Wisata di Kota Yogyakarta Tetap Dibuka Selama PPKM Level 3 

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kemungkinan tetap mengoperasikan objek-objek wisata di wilayahnya, sepanjang libur Natal dan Tahun Baru

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kemungkinan tetap mengoperasikan objek-objek wisata di wilayahnya, sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Dengan catatan, diterapkan berbagai macam pembatasan yang sifatnya jelas lebih ketat. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sesuai peraturan yang digulirkan pemerintah pusat, bahwa seluruh Indonesia berstatus PPKM Level 3 saat Nataru, maka pihaknya otomatis harus menyesuaikannya.

Oleh sebab itu, kelonggaran di level 2, bakal diperketat lagi. 

Baca juga: Peringati Hari Guru, GTT DIY Minta Honor Setara UMK dan Dapat Jaminan Kesehatan

"Kemarin sebagian besar (destinasi wisata) sudah buka, semenjak PPKM level 2. Tapi, tetap dengan pembatasan 75 persen pengunjung, maksimal. Nanti, di level 3, tentunya disesuaikan," terangnya, Kamis (25/11/2021). 

Sampai sejauh ini, Heroe mengaku belum mendapatkan petunjuk dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan PPKM Level 3 pada akhir tahun.

Hanya saja, ia meyakini, polanya masih serupa dengan apa yang diterapkan kota pelajar, selama melangsungkan level 3 tempo hari. 

Terlebih, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta tersebut optimis, seluruh destinasi wisata di wilayahnya sanggup menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara mumpuni, serta antisipatif. 

"Nanti di level 3 kita sesuaikan jadi 50 persen. Toh, saat ini sebagaian besar objek wisata di kota sudah memperoleh sertifikat CHSE, maupun (barcode) PeduliLindungi. Jadi, wisatawan bisa terkontrol itu," tandasnya. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Hujan Deras Guyur Magelang, Jalan Penghubung di Kecamatan Kaliangrik Tertutup

Selain objek wisata, Wawali menegaskan, deretan ruang publik, juga jadi perhatian Pemkot Yogyakarta, khususnya saat malam pergantian tahun nanti.

Apalagi pemerintah pusat sudah menginstruksikan, agar Alun-alun ditutup, untuk meminimalisir potensi kerumunan. 

"Ya, ruang publik kita terapkan pengaturan-pengaturan tertentu. Di Malioboro sekarang harus scan Sugeng Rawuh untuk memonitor berapa lama di sana. Untuk hal lain, kita tunggu teman-teman DIY," tandas Heroe. 

"Kalau untuk menutup Alun-alun, itu harus kita bicarakan dengan Forkopimda, karena kita masih menunggu surat Gubernur, kan sekarang belum ada itu. Begitu keluar, langsung ditindaklanjuti," lanjutnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved