Breaking News:

Mimbar Legislasi: Pembelajaran Tatap Muka Harus Segera Dilakukan, Begini Penjelasan DPRD Bantul

Anggota Komisi D DPRD Bantul Supriyono mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bantul dapat memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara bertahap.

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Supriyono anggota Komisi D DPRD Bantul yang merupakan politisi dari Fraksi Persatuan Demokrat 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Anggota Komisi D DPRD Bantul Supriyono mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bantul dapat memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara bertahap.

Tentu saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Supriyono yang merupakan politisi dari Fraksi Persatuan Demokrat yang merupakan gabungan Partai Nasional Demokrat, Partai Bulan Bintang dan Partai Persatuan Pembangunan ini menyatakan bahwa bahwa dalam menerapkan PTM harus ada keberanian dan kekompakan.

Baca juga: Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa, Bupati Gunungkidul Ingatkan Soal Pengelolaan Sampah

"Berani dalam arti harus sesuai prokes, siswa tetap harus masuk walaupun satu minggu dua-tiga kali uji coba, kemudian baru full. Dan kekompakan antara wali murid, dewan sekolah, guru, dan tokoh masyarakat. Pendidikan akan berhasil jika ada suasana sekolah yang kondusif dan peran serta dari masyarakat," ungkapnya.

Jika PTM tidak segera digelar, menurutnya akan ada rasa ketakutan yang menghantui seluruh siswa, guru dan orang tua.

Takut untuk beraktivitas, takut untuk belajar. Padahal menurutnya, pandemi ini tidak akan terjadi selamanya.

"Kalau seperti ini akan terjadi runtuhnya pendidikan dan akan membuat hancurnya negara, karena akan terjadi kebodohan yang berkepanjangan," tandasnya.

"Karena Bantul akan jaya ketika tiga pilar ditegakan, yakni ketahanan pangan, kesehatan dan pendidikan. Tiga pilar itu harus diperhatikan dalam rangka bangkit dari Covid-19, kalau tidak diperhatikan akan runtuh hancur," imbuhnya.

Menurutnya, salah satu indikator terjadinya kebodohan ini adalah Bantul memiliki angka kasus pernikahan dini, perceraian, KDRT yang tertinggi se-DIY.

Hal itu dikarenakan banyaknya pelajar yang hamil duluan. Ia mencatat, berdasarkan tata dari Pengadilan Agama Bantul, pada bulan September-Oktober kemarin terdapat 58 anak SMP-SMA yang menikah.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved