Breaking News:

Berita Kota Yogya Hari Ini

Gulirkan Skrining Acak untuk Peserta PTM, Pemkot Yogya Terapkan Metode Swab PCR 

Pemkot Yogyakarta mulai melangsungkan skrining secara acak terhadap siswa peserta pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat SD, dan SMP.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi alat tes Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai melangsungkan skrining secara acak terhadap siswa peserta pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat SD, dan SMP.

Namun, guna mendapat diagnosa yang lebih tegas, metode swab PCR pun akhirnya dipilih. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani menuturkan, upaya pelacakan Covid-19 turut menyasar guru, serta tenaga kependidikan masing-masing sekolah.

Baca juga: Imbas Kemunculan Klaster Covid-19 di Sekolah, Durasi PTM di DI Yogyakarta Dipangkas 30 Menit

Soal pelaksanaannya, ditempuh secara bertahap, serta melibatkan Puskesmas di wilayah. 

"Kita tidak menggunakan rapid test antigen, tapi langsung PCR. Sudah dimulai sejak Senin kemarin, ya, di beberapa sekolah," ungkapnya, Rabu (24/11/2021). 

Dipaparkannya, sasaran dari skrining tersebut, meliputi 10 persen dari siswa, atau minimal 30 anak, dan ditambah 3  guru di tiap sekolah SD-SMP sederajat. 

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, pun menjelaskan, pihaknya sudah mensosialisasikan kebijakan tersebut, kepada sekolah. Sehingga, mereka bisa memberikan informasi kepada seluruh siswa-siswi. 

Baca juga: Imbas Kemunculan Klaster Covid-19 di Sekolah, Durasi PTM di DI Yogyakarta Dipangkas 30 Menit

"Ini kan hanya untuk mengantisipasi. Harapan kami tetap, semoga tidak ditemukan kasus penularan di sekolah itu, khususnya dari PTM ini, ya," tambahnya. 

Terlebih, setelah lebih kurang dua bulan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara luring, pihaknya urung menjumpai sebaran Covid-19 di sekolah.

Melalui, skrining tersebut, Dinas Dikpora hendak memastikan, bahwa fenomena itu benar-benar tak terjadi. 

"Kita kan juga sudah meminta seluruh sekolah, agar rutin memantau kondisi kesehatan siswa-siswi, serta gurunya. Mudah-mudahan di Kota Yogyakarta memang tidak ada penularan di sekolah," katanya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved