Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Warga Terdampak Tol Yogyakarta-Solo Ajukan Gugatan ke Pengadilan, Begini Respon BPN Klaten

Warga mengajukan gugatan karena tidak setuju dengan nilai ganti rugi tanah terdampak proyek tol Yogyakarta-Solo yang diajukan.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan papan pengumuman pengerjaan proyek fisik tol Yogyakarta-Solo di Klaten 

"Semua pemberkasan kita siapkan, mulai dari SK, Penlok, peta bidang, surat perintah pembayaran hingga daftar hadir musyawarah dan persetujuan musyawarah juga kita siapkan," jelasnya.

Baca juga: Sejumlah Warga Terdampak Tol Yogyakarta-Solo di 2 Desa Klaten Ajukan Gugatan ke Pengadilan

Ia menjelaskan, jika beberapa waktu terakhir pihaknya memang sering dapat pertanyaan soal harga tanah yang terdampak tol di Klaten.

Namun, seperti yang selalu ia jelaskan jika pihak BPN Klaten tidak memiliki wewenang terkait harga tanah tersebut karena dinilai oleh tim appraisal secara profesional.

"Soal harga itu tidak kewenangan kami karena kami hanya pelaksana," katanya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri kelas I A Klaten, Rudi Ananta Wijaya membenarkan ada warga Desa Manjungan dan Desa Pepe mengajukan gugatan karena tidak terima dengan nilai ganti rugi tanah terdampak proyek tol Yogyakarta-Solo yang ditawarkan.

"Benar sampai hari ini, telah ada pengajuan gugatan dari warga yang keberatan terkait nilai ganti rugi tanah proyek jalan tol, dari data yang ada gugatan masuk sebanyak 30 perkara," ujarnya saat TribunJogja.com temui di ruang kerjanya, Kamis (18/11/2021).

Rudi mengatakan, untuk secara detailnya, berapa rincian jumlah gugatan dari masing-masing warga Desa Manjungan dan Desa Pepe dirinya tidak ingat secara detail, namun jumlah gugatan yang masuk sebanyak 30 perkara.

Menurutnya, 30 perkara yang masuk itu semuanya telah diregister oleh pihak Pengadilan Negeri Kelas 1 A Klaten.

Baca juga: Pencairan Uang Ganti Rugi Tol di Klaten Berlanjut ke Desa Tarubasan, Warga Kena Guyur Rp 69 Miliar

"Sampai hari ini, dari 30 perkara yang telah diregister tersebut ada 1 perkara yang sudah disidangkan. Karena dia sudah didaftarkan terlebih dahulu," urainya.

Kemudian, untuk 29 perkara lainnya, yang baru mengajukan gugatan pada 15 dan 17 November 2021 perlu waktu untuk menentukan jadwal persidangannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved