Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Pencairan Uang Ganti Rugi Tol di Klaten Berlanjut ke Desa Tarubasan, Warga Kena Guyur Rp 69 Miliar

Uang puluhan miliar itu dibayarkan untuk pembebasan 93 bidang tanah yang terdampak proyek Tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa tengah.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Seorang warga mengikuti pembuatan buku rekening saat pencairan UGR tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGR) jalan Tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa tengah terus berlanjut.

Kali ini warga Desa Tarubasan yang kena guyur uang puluhan miliar.

Warga Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten menerima pencairan Uang Ganti Kerugian (UGR) jalan Tol Yogyakarta-Solo senilai Rp 69 miliar.

Uang puluhan miliar itu dibayarkan untuk pembebasan 93 bidang tanah yang terdampak proyek jalan bebas hambatan itu.

Baca juga: Cerita Warga Miliarder Baru Tol Yogya-Solo di Klaten Ramai-ramai Beli Mobil, Mayoritas Bayar Cash

"Untuk Desa Tarubasan ini totalnya ada 93 bidang tanah yang menerima UGR, nilai UGR-nya Rp69 miliar," ujar Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Klaten, Christian Nugroho pada TribunJogja.com di sela-sela kegiatan itu, Kamis (18/11/2021).

Menurut Christian, di Desa Tarubasan sebagian besar tanah yang terdampak tol merupakan lahan persawahan.

Untuk warga yang paling besar menerima UGR yakni senilai Rp1,7 miliar dan paling rendah Rp40 juta.

Kemudian, kata dia di desa itu, terdapat satu warga yang 5 bidang tanahnya ikut kena terjang tol.

"Namun untuk pembayaran UGR kali ini, baru cair sebanyak 3 bidang dengan total akumulasi warga ini menerima UGR senilai Rp3,7 miliar dari 3 bidang tanah itu," ulasnya.

Baca juga: Exit Tol Yogyakarta-Solo Berada di Ngawen Klaten, Camat Harapkan Hal Ini

Selain itu katanya, juga terdapat pencairan UGR kepada pemilik 9 bidang tanah di Desa Beku, Kecamatan Karanganom.

"Pencairan untuk Desa Beku ini merupakan sisa dari yang lalu, jadi ada 9 bidang dengan nilai UGR-nya mencapai Rp7,2 miliar," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono menambahkan jika untuk Desa Tarubasan terdapat 9 bidang tanah milik warga yang belum dibayarkan.

"Nanti itu akan dibayarkan kemudian, sebenarnya 9 bidang tanah ini sudah diajukan ke LMAN, tapi ada berkas yang kurang jadi 9 bidang ini ditunda," katanya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved