Masbup Klaten

Komentar Bupati Klaten Ada Pemain Ketipung Digebuki Saat Acara Pernikahan

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, memberikan tanggapan terkait aksi penganiayaan dan pengeroyokan yang menimpa pemain ketipung

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
Bupati Klaten, Hamenang Wajat Ismoyo, menanggapi kasus penganiayaan yang menimpa pemain ketipung saat resepsi pernikahan, saat ditemui di UMKLA, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (1/10/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, memberikan tanggapan terkait aksi penganiayaan dan pengeroyokan yang menimpa pemain ketipung saat resepsi pernikahan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Orang nomor satu di Kabupaten Klaten itu merasa prihatin atas terjadinya peristiwa pengeroyokan tersebut. 

Menurut dia apapun alasannya, aksi kekerasan tidak boleh dilakukan. 

"Maka dari itu, kami tentu akan ikut membantu mengawal agar proses hukum berjalan sesuai sebagaimana mestinya. Insya Allah, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan memang sudah berproses. Nanti tinggal kita tunggu hasilnya seperti apa," ucap Hamenang saat ditemui di UMKLA, Rabu (1/10/2025). 

Pengakuan Ryan Pemain Ketipung Setelah Digebuki Saat Acara Pernikahan di Klaten

Lebih lanjut, Hamenang pun mengimbau seluruh masyarakat agar lebih bijak dan berhati-hati dalam melaksanakan berbagai macam kegiatan. 

Terutama kegiatan-kegiatan yang bersifat hiburan dengan banyak penonton. 

"Jangan sampai karena gesekan-gesekan kecil bisa mudah terpancing, terprovokasi, dan akhirnya menjadi hal yang merugikan seluruh warga," tambahnya. 

Adapun ketika disinggung soal permintaan para seniman yang ingin keamanan dan kenyamanan saat bekerja dapat terjamin. 

Hamenang menyebut bakal mengecek terlebih dahulu terkait regulasi yang menjadi payung hukum berkaitan aktivitas pelaku seni. 

"Nanti kami akan cek dulu, sebenarnya sudah ada atau belum Perda atau Perbup berkaitan dengan lingkungan para pelaku seni. Nanti kalau belum ada, berarti ke depan harus kami adakan. Sedangkan kalau sudah ada maka bagaimana implementasinya harus bisa dilaksanakan bersama," tandasnya. (drm) 

Baca dan Ikuti Berita Tribunjogja.com.com di GOOGLE NEWS 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved