Pengakuan Ryan Pemain Ketipung Setelah Digebuki Saat Acara Pernikahan di Klaten

Ryan adalah pemain ketipung yang menjadi korban penganiayaan saat resepsi hajatan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten

|
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Istimewa
VIDEO VIRAL: Tangkapan layar video viral memperlihatkan aksi pengeroyokan terjadi di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu (28/9/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ratusan seniman musik dari berbagai daerah di wilayah Soloraya, DIY, hingga Jawa Timur menggelar aksi solidaritas untuk Ryan Wahyu Saputra (23).

Ryan adalah pemain ketipung yang menjadi korban penganiayaan saat resepsi hajatan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Mereka pun menjenguk pria yang biasa disapa Kirun di rumahnya yang berada di Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu (1/10/2025). 

Pada kesempatan itu, perwakilan seniman juga menyerahkan tali asih  kepada keluarga korban. 

Ryan mengungkapkan sudah menjadi pemain ketipung sejak 2015 saat masih duduk di bangku SMP. 

Selain menjadi pemain ketipung, pria berusia 23 tahun itu juga mempunyai pekerjaan lain sebagai sopir truk. 

"Saya freelance (paruh waktu), jadi kalau diajak mengisi job (main ketipung), baru berangkat. Tapi setelah ini paling belum ambil job dulu, sementara menghilangkan trauma dulu," tambahnya.

Penabuh Kendang Dikeroyok saat Resepsi Pernikahan di Klaten, Polisi Amankan Tiga Orang

Kronologi 

AKSI SOLIDARITAS: Para seniman lintas daerah saat menjenguk Ryan Wahyu Saputra (23), pemain ketipung yang menjadi korban penganiayaan saat resepsi hajatan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten. Mereka menjenguk korban di rumahnya di Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (1/10/2025).
AKSI SOLIDARITAS: Para seniman lintas daerah saat menjenguk Ryan Wahyu Saputra (23), pemain ketipung yang menjadi korban penganiayaan saat resepsi hajatan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten. Mereka menjenguk korban di rumahnya di Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (1/10/2025). (Tribunjogja.com/Dewi Rukmini)

Ayah korban, Herianto (47), mengaku sangat terharu atas solidaritas dan dukungan yang diberikan para seniman-seniwati lintas daerah kepada putranya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada para seniman dan berdoa semoga Allah SWT membalas amal kebaikan mereka. 

"Kalau dari keluarga, kami berharap kasus itu tetap berjalan sesuai proses hukum. Dilanjutkan begitu," ucapnya kepada Tribun Jogja, Rabu (1/10/2025). 

Heri pun menceritakan kronologi peristiwa nahas itu menimpa putra sulungnya. 

Insiden pengeroyokan saat hajatan pernikahan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, itu terjadi pada Minggu (28/9/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Dia mengatakan, acara pernikahan itu dibagi menjadi dua sesi. 

Pada pagi hari digelar acara resepsi pernikahan dan siang harinya dilanjut kegiatan senang-senang dengan hiburan musik. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved