Breaking News:

Cerita Warga Miliarder Baru Tol Yogya-Solo di Klaten Ramai-ramai Beli Mobil, Mayoritas Bayar Cash

Puluhan warga yang membeli mobil itu, tersebar di empat kecamatan yang telah menerima pembayaran UGR beberapa waktu lalu.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Mulyono (baju kuning) saat menerima brosur dari sales mobil seusai mengikuti musyarawar tol Yogyakarta-Solo di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Rabu (17/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Puluhan warga di beberapa kecamatan yang ada di Klaten mendadak jadi miliarder baru setelah menerima Uang Ganti Kerugian (UGR) tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di wilayah setempat.

Para warga miliarder baru itupun dikabarkan ramai-ramai membeli mobil baru.  

Para miliarder tol tersebut membeli mobil setelah mendapatkan pencairan UGR proyek strategis nasional itu.

Baca juga: Exit Tol Yogyakarta-Solo Berada di Ngawen Klaten, Camat Harapkan Hal Ini

Baca juga: Terdampak Proyek Tol Yogyakarta-Solo, Petani Asal Senden Klaten ini bakal Terima Rp3,7 Miliar

Puluhan warga yang membeli mobil itu, tersebar di empat kecamatan yang telah menerima pembayaran UGR beberapa waktu lalu.

Yakni warga di Kecamatan Polanharjo, Delanggu, Karanganom dan Ngawen.

"Kita selalu mengikuti program pencairan tol mulai dari Kecamatan Polanharjo, Delanggu, Karanganom hingga Ngawen ini," ujar Grup Leader Toyota Nasmoco Klaten, Anton Setyo Nugroho saat TribunJogja.com temui di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Rabu (17/11/2021).

Ia menjelaskan, dari 4 kecamatan yang telah menerima UGR itu terdapat 20 unit mobil yang dibeli oleh miliarder tol Yogyakarta-Solo.

Seorang tenaga pemasaran menawarkan mobil kepada warga yang mengikuti musyawarah penetapan ganti rugi Tol Yogyakarta-Solo di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Rabu (17/11/2021).
Seorang tenaga pemasaran menawarkan mobil kepada warga yang mengikuti musyawarah penetapan ganti rugi Tol Yogyakarta-Solo di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Rabu (17/11/2021). (TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan)

Puluhan mobil itu, lanjut Anton dibeli oleh masing-masing miliarder tol secara tunai atau cash dan harga mobil yang dipilih Rp300 juta ke atas.

"20 mobil itu sebanyak 80 persen di antaranya bayar secara cash oleh pembeli dan 20 persen membeli secara kredit," lanjutnya.

Diakui Anton, puluhan warga yang membeli mobil itu tidak semuanya bisa mengendarai mobil dan mereka butuh belajar terlebih dahulu sebelum membeli mobil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved