Ombudsman Turunkan 3 Tim untuk Tindaklanjut Dugaan Penyiksaan di Lapas Narkotika Yogyakarta

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY hingga kini masih menindaklanjuti dan terus mendalami laporan dugaan kasus kekerasan yang dilakukan

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta di Kapanewon Pakem, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY hingga kini masih menindaklanjuti dan terus mendalami laporan dugaan kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum petugas (sipir) kepada warga binaan di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta.

ORI sudah menerjunkan tiga tim dengan masing-masing tim dua orang untuk melakukan observasi tempat dan mengambil keterangan petugas. 

Ketua ORI DIY Budhi Masturi mengatakan, pihak yang diminta keterangan di antaranya Kalapas, para petugas lapas yang nama-namanya muncul dalam laporan.

Ombudsman juga telah mengambil keterangan dokter dan perawat klinik serta warga binaan.

Proses pengambilan keterangan dilakukan secara maraton dari pukul 10.00 hingga 17.30 sore.

Baca juga: DLH Kota Yogyakarta Optimalkan 40 Satgas Kebersihan Sungai 

Budhi tidak begitu hafal jumlah pasti berapa orang yang diminta keterangan dalam perkara dugaan penyiksaan ini. 

"Mungkin lebih dari 10-an orang ada," kata dia, dihubungi Rabu (10/11/2021). 

Budhi mengapresiasi kepada Kalapas.

Sebab bersikap kooperatif dan mau memberikan akses melihat warga binaan maupun menghadirkan petugas lapas kepada tim dari ombudsman.

Petugas dihadirkan dan dimintai keterangan dibawah sumpah.

Adapun hasil observasi itu, masih dalam proses pengolahan dan menunggu pengambilan keterangan gelombang kedua di Kemenkumham. 

Namun demikian, Ia menyampaikan sejauh ini apa yang didapatkan, tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh para pelapor. 

"InsyaAllah hasilnya, masih sejalan dengan apa yang disampaikan oleh para pelapor," kata dia. 

Lebih lanjut, Budhi mengatakan nama-nama petugas lapas (sipir) yang diduga melakukan tindakan penganiayaan, sejauh ini tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan para pelapor.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved