Berita Bantul Hari Ini

Seniman Asal Bantul, Timbul Raharjo Pamerkan 63 Karya Seni Lukis dan Patung

Timbul Raharjo, seniman asal Bantul menggelar pameran tunggal dalam project 'Me, Myself & I #4'.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Timbul Raharjo di depan karyanya 

TRIBUNJOGJA.COM - Timbul Raharjo, seniman asal Bantul menggelar pameran tunggal dalam project 'Me, Myself & I #4'.

Pameran yang digelar di Candi Tirto Raharjo ini berlangsung sejak Seni (8/11/2021) hingga Sabtu (13/11/2021).

Timbul Raharjo mengatakan bahwa dalam pemeran ini dirinya mengambil tema 'Tidak Ada Ide sebagai Sumber Inspirasi ide Penciptaan Karya Seni Arca dan Gambar'.

Terdapat 63 karya baik dua dimensi dan tiga dimensi yang ia pamerkan.

"Tema ini adalah salah satu langkah wacana yang memang agak menggelitik, sehingga orang akan memberi attention kepada tema yang kami tawarkan," ungkapnya.

Baca juga: Hani Santana Gelar Pameran Tunggal Segara

Menurut Timbul, karya-karyanya ini memiliki karakter, sehingga mampu memberikan pengaruh yang baik terhadap perkembangan seni rupa di dunia.

Salah satunya adalah sederet patung berjudul keseimbangan.

Patung-patung tersebut berbentuk seperti manusia dengan gestur tubuh tertentu.  

"Karya ini menggores batin secara negatif artinya sangat menyedihkan, dan positif menggores batin sangat menyenangkan. Kedalamannya sama, positif dan negatif," ungkapnya.

Selain itu, Timbul juga banyak membuat karya patung kuda dengan bahan dasar alumunium.

Kuda sendiri dipilihnya karena memiliki nilai filosofi yang sangat kuat, bukan sebatas bahwa patung kuda banyak peminatnya.

"Kuda ini hewan yang sangat menarik, bagi saya dan calon pembeli. Bagi saya, (zaman dulu) kalau orang jawa kan punya rumah, pasangan dan kendaraan, dan kendaraannya itu kuda. Laki-laki akan gagah kalau menunggang kuda," tuturnya.  

Sementara dipilihnya aluminium sebagai medianya dalam berkarya, dikarenakan memiliki kualitas yang bagus dan mudah dikerjakan.  

"Aluminium adalah logam yang paling istimewa menurut saya, warnanya bagus, tidak korosi dan mudah dikerjakan," katanya.

"Kalau menggunakan perunggu juga bisa, tapi perunggu sekarang sudah tidak terkendali harganya. Sehingga orang yang ingin mengoleksi karya saya agak berat karena harganya bisa tiga kali lipat," imbuhnya.

Baca juga: Gusmen Heriadi Seniman asal Minang Gelar Pameran Tunggal 25 Tahun Berkarya di Yogyakarta

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved