Breaking News:

Sebanyak 15 Pasangan Tak Resmi Diamankan Satpol PP Klaten dari 14 Hotel dan Penginapan

Belasan pasangan tak resmi diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten, Jawa Tengah, Kamis (4/11/2021).

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Belasan pasangan tak resmi yang terjaring razia sedang mendapatkan arahan dari jajaran Satpol PP Klaten, Kamis (4/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Belasan pasangan tak resmi diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten, Jawa Tengah, Kamis (4/11/2021).

Belasan pasangan tak resmi itu diamankan karena terjaringan razia Satpol PP dan tim gabungan saat sedang ngamar di sejumlah hotel dan penginapan di Kabupaten tersebut.

"Hari ini kami bersama TNI, Polri dan Dinas sosial melakukan razia PGOT, WTS dan miras di wilayah Klaten," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penindakan Satpol PP Klaten, Sulamto saat TribunJogja.com temui seusai razia tersebut.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Segera Gulirkan Swab Acak Peserta PTM, Bakal Dipilih 30 Siswa per Sekolah

Menurut Sulamto, pada razia kali ini, pihaknya menyisir wilayah timur Kabupaten Klaten atau wilayah Kecamatan Delanggu dan sekitarnya.

Razia sendiri, di awali sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 dengan sasaran traffic light dan penginapan.

"Setidaknya ada 14 hotel atau penginapan yang kita sisir dari wilayah timur tersebut. hasilnya kita temukan 15 pasangan tak resmi sedang melakukan perbuatan asusila," ucapnya.

Kemudian, selain 15 pasangan tak resmi pihaknya juga mengamankan 2 PGOT yang berprofesi sebagai pengamen badut yang ada di traffic light.

Diterangkan Sulamto, belasan pasangan tak resmi dan 2 PGOT itu diamankan oleh pihaknya karena melanggar Perda 27 tahun 2002 tentang pelarangan pelacuran.

Serta, para PGOT diamankan karena melanggar Perda  12 tahun 2013 tentang ketertiban, kebersihan dan keindahan.

"Ancaman hukuman 3 bulan penjara atau denda maksimal Rp50 juta. Tapi, dari petunjuk Kepala Satpol PP semua pelanggar perda tidak ada yang terindikasi sebagai WTS," ucapnya.

Atas dasar itu, lanjutnya pihaknya hanya mengenakan pembinaan dan wajib lapor kepada 15 pasangan tak resmi itu sebanyak 20 kali.

Baca juga: Absen Lima Bulan Bela PSS, Ega Rizky: PSS Sleman Tetap Tim yang Diperhitungkan di Liga 1

"Per minggunya mereka wajib lapor sebanyak 2 kali. Kalau tidak datang akan kita panggil lewat pihak desa dan KTP mereka saat ini juga sedang kita tahan," jelasnya.

Ketika disinggung terkait pekerjaan dari belasan pasangan tak resmi itu, lanjut Sulamto, tidak ada yang bekerja sebagai pegawai negeri.

"Tidak ada, semuanya pekerja swasta, buruh hingga petani. Rentang usianya 19 sampai paling tua 71 tahun," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Satpol PP Klaten, Joko Hendrawan mengatakan jika pihaknya akan terus melakukan razia secara berkala di daerah itu untuk menciptakan keamanan, kenyamanan dan ketertiban. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved