Sistem e-Voting, Panitia Pilur di Sleman Siapkan Genset untuk Antisipasi Listrik Padam 

Panitia Pemilihan Lurah (Pilur) di Kabupaten Sleman mengantisipasi sejumlah kemungkinan yang dapat menggangu pelaksanaan pemungutan suara

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Panitia Pemilihan Lurah (Pilur) di Kabupaten Sleman mengantisipasi sejumlah kemungkinan yang dapat menggangu pelaksanaan pemungutan suara menggunakan sistem e-voting pada 31 Oktober mendatang.

Satu di antaranya menyiapkan genset guna mengantisipasi kemungkinan listrik padam. Mengingat, akhir bulan Oktober ini mulai ada peningkatan intensitas hujan dan angin. 

Panitia Pilur Kalurahan Condongcatur, Depok, Aris Munandar menyampaikan, pihaknya cukup khawatir bilamana terjadi pemadaman listrik saat pemungutan suara.

Sebab, pelaksanaan Pilur bisa terganggu apabila tiba-tiba listrik padam.  

Baca juga: One Gate System Akan Terintegrasi Dengan Aplikasi Peduli Jogja

"Kalau sampai mati listrik bisa berantakan. Karena model e-voting," kata dia, Kamis (28/10/2021). 

Menurutnya, panitia Pilur Condongcatur sudah mengantisipasi kendala listrik padam dengan menyewa genset di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS). Total ada 90 TPS di Condongcatur dengan rincian 82 TPS reguler dan 8 TPS keliling. Jumlah calon pemilih 29.816 orang. 

Sejauh ini segala persiapan untuk menggelar Pilur, mulai dari logistik, ATK maupun APD sudah tidak ada masalah. Bahkan komputer sudah terdistribusi. Hingga kini persiapan sudah mencapai lebih dari 90 persen. 

"Intinya, kami sudah siap melaksanakan Pilur," ujar Aris. 

Potensi adanya gangguan listrik padam juga telah diwaspadai Panitia Pilur di Kalurahan Tridadi, Sleman.

Sekretaris Panitia Pemilihan Kalurahan Tridadi, Johan Enri Kurniawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan genset yang disewa dari anggaran BKK Pilur untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu aliran listrik padam. Baik padam karena bencana alam, maupun lainnya. 

Johan mengungkapkan, di Kalurahan Tridadi terdapat 30 TPS reguler dan 3 TPS keliling dengan calon pemilih sebanyak 10.500 orang. Segala persiapan telah dilakukan.

Termasuk alat yang digunakan untuk pemungutan suara semuanya sudah siap. 

"Peralatan e-voting sudah siap pakai. Jumlah cadangan ada empat unit," kata dia. 

Baca juga: Pemkot Magelang Canangkan Wisata Berbasis Heritage

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman, Budiharjo mengatakan setiap TPS di Kalurahan yang menyelenggarakan Pemilihan Lurah sudah dianggarkan untuk sewa genset.

Anggaran tersebut masuk dalam komponen anggaran Pilur. Ia mengatakan, Pilur tahun ini digelar serentak diikuti oleh 33 Kalurahan dengan jumlah 871 TPS reguler dan 91 TPS keliling.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved