Breaking News:

Update Gunung Merapi

Pagi Ini, Aktivitas Gunung Merapi Landai, Tidak Ada Guguran Lava Pijar dan Awan Panas

Aktivitas Gunung Merapi pada Selasa (16/10/2021) pagi ini landai, tidak ada guguran lava pijar maupun awan panas.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
dok BPPTKG
Visual Gunung Merapi 24 Oktober 2021 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi pada Selasa (16/10/2021) pagi ini landai, tidak ada guguran lava pijar maupun awan panas.

Berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mulai pukul 00.00-06.00 WIB, aktifitas Gunung Merapi terpantau landai.

Sementara secara meteorologi, cuaca di kawasan puncak Merapi berawan dan mendung.

Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 13-22 °C, kelembaban udara 66-99 %, dan tekanan udara 627-718 mmHg.

“Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20-50 m di atas puncak kawah,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida.

Gempa guguran terjadi sebanyak 51 kali dengan amplitudo 3-24 mm berdurasi 17-112 detik.

Hembusan terjadi sebanyak 2 kali dengan amplitudo 2-8 mm berdurasi 13-17 detik.

“Tingkat Aktivitas Gunung Merapi Level III atau siaga. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” jelasnya.

Baca juga: Update Gunung Merapi 25 Oktober 2021, Tak Ada Guguran Lava Pijar Maupun Awan Panas Pagi Ini

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi dalam Sepekan, Luncurkan 60 Kali Awan Panas Hingga Sejauh 2 Km

BPPTKG merekomendasikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya.

Cakupan potensi bahaya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved