Testing Covid-19 di Gunungkidul Akan Diperkuat Lewat Mobil PCR
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum lama ini mendapat bantuan Mobil PCR Covid-19 dari Kapolri. Meski demikian, hingga kini
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum lama ini mendapat bantuan Mobil PCR Covid-19 dari Kapolri.
Meski demikian, hingga kini kendaraan dengan model minibus tersebut belum digunakan untuk pemeriksaan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty menjelaskan masih diperlukan proses sebelum Mobil PCR resmi digunakan. Salah satunya koordinasi antar lembaga.
"Perlu perjanjian kerjasama dengan Polres dan mungkin juga dengan RSUD Wonosari, karena rencananya akan ditempatkan di sana," kata Dewi, Kamis (21/10/2021).
Baca juga: Mulai Gelar Event Pameran dan Parade Busana, Pemda DIY Dorong Kebangkitan Industri Fesyen
Adapun koordinasi tersebut juga membahas apa saja yang diperlukan untuk mobil PCR tersebut. Mengingat nantinya juga akan digunakan langsung untuk masyarakat.
Meski demikian, Dewi menyatakan sudah memiliki gambaran seperti apa pemanfaatan Mobil PCR tersebut. Antara lain upaya penguatan testing (pemeriksaan) Covid-19 di masyarakat.
"Rencananya akan ada kegiatan aktif testing dan tracing, jadi tidak perlu menunggu ada kasus untuk proses itu," jelasnya.
Menurut Dewi, fungsi Mobil PCR akan sangat sesuai dengan rencana tersebut. Pasalnya proses pemeriksaan nantinya juga berlangsung lebih cepat karena langsung dilakukan di tempat, tanpa harus dikirim ke laboratorium.
Apalagi pihaknya juga masih menggencarkan testing sebagai bagian dari screening di masyarakat. Menurutnya, setidaknya dalam sepekan ada lebih dari 700 sampel yang diambil untuk diperiksa.
"Memang saat ini kasus konfirmasi positif turun, tapi untuk testing masih tetap jalan terus, bahkan lebih dari target sampel," kata Dewi.
Paur Urkes Polres Gunungkidul, Penda I Ngatimin mengatakan masih diperlukan pelatihan bagi tenaga yang ditempatkan di Mobil PCR. Sesuai rencana, pelatihan akan dilakukan di RS Bhayangkara DIY.
Ia mengatakan Mobil PCR tersebut diproyeksi mampu memeriksa 50 sampai 60 sampel dalam sehari. Meski demikian, ia mengakui untuk mesin pemeriksa sampel PCR-nya masih terbatas.
Baca juga: Pemkot Yogyakarta Siapkan Sanksi Tegas Bagi Bus Pariwisata Pelanggar One Gate System
Sebab dibutuhkan setidaknya 12 reagen (pereaksi kimia) agar sampel bisa diolah. Kemampuan terbatas tersebut juga dipengaruhi oleh harga reagen yang terbilang masih tinggi.
"Tapi untuk hasilnya bisa keluar hanya dalam waktu 3 sampai 4 jam setelah sampel diambil," jelas Ngatimin.
Ia pun belum bisa memastikan apakah masyarakat akan dikenai biaya atau digratiskan untuk pemeriksaan lewat mobil PCR. Sebab masih perlu koordinasi lebih lanjut dengan Pemkab Gunungkidul. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mobil-pcr-hasil-bantuan-kapolri-pada-pemerintah-kabupaten-ggk.jpg)