UGM Segera Gelar Kuliah Luring Secara Penuh Ketika Kasus Covid-19 Turun Drastis
Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai melaksanakan kuliah luring terbatas sejak Senin (18/10/2021) lalu. Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai melaksanakan kuliah luring terbatas sejak Senin (18/10/2021) lalu.
Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng menyampaikan, kuliah luring akan dilakukan secara penuh oleh UGM, apabila kasus positif Covid-19 bisa menurun drastis dan tidak fluktuatif.
“UGM sebentar lagi melakukan luring. Semoga angka kasus Covid-19 mendekati angka nol dan kita bisa luring secara penuh,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Jogja, Rabu (20/10/2021).
Panut menjelaskan di UGM sudah ada fakultas yang melaksanakan kuliah tatap muka terbatas, tetapi ada juga yang belum.
“Kita membatasi beberapa orang di kelas dan lamanya jam belajar di kelas agar pelaksanaannya aman dan terjamin tidak ada penularan,” katanya.
Untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, setiap fakultas dan sekolah melaksanakan prosedur sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 dari mulai pemeriksaan kesehatan, mencuci tangan dan memakai masker, dan menjaga jarak dengan pembatasan jumlah peserta di dalam kelas dan laboratorium.
Baca juga: Kota Yogyakarta Segera Terapkan One Gate System untuk Bus Pariwisata, Ini Aturan Mainnya
“Jumlah persentase mahasiswa di dalam kelas maksimum diisi hanya separuhnya saja,” ujarnya.
Adapun mahasiswa yang diperbolehkan ikut kuliah secara tatap muka diharuskan sudah ikut vaksinasi dan mendapat izin dari orang tua.
Sementara, untuk dosen tidak diwajibkan mengisi kuliah secara tatap muka karena diprioritaskan bagi mereka yang yang tidak memiliki penyakit penyerta.
“Mahasiswa sudah melakukan vaksinasi dan izin dari orang tua. Untuk dosen kita tidak memaksa. Kami tidak ingin melihat dosen sakit dan terkena Covid-19,” pungkas Panut.
Pada Senin (18/10/2021), dia juga sempat melakukan kunjungan ke beberapa fakultas untuk melihat langsung kesiapan pengelola dalam penerapan protokol kesehatan.
Pihaknya sudah mempersiapkan barcode aplikasi PeduliLindungi di setiap pintu gedung, fasilitas ruang kuliah untuk peserta kuliah terbatas serta kesiapan peralatan teknologi pendukung kuliah bauran.
Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Fakultas Teknik (FT).
Ketua Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik UGM, Budi Hartono, PhD mengatakan, pihaknya sudah bersiap melakukan uji coba kuliah bauran dengan melibatkan 1.500 mahasiswa, enam 6 prodi sarjana hingga doktoral dan 12 laboratorium.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kampus-ugm-dokist.jpg)