Breaking News:

Kementerian Agama DI Yogyakarta Mulai Koordinasikan Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi

Kementerian Agama meminta para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk melakukan langkah-langkah persiapan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Ist.
Ilustrasi ibadah umroh di Mekah, Arab Saudi.. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kabar gembira bagi masyarakat Indonesia yang menjadi peserta umrah.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dikabarkan mulai menyiapkan pengaturan pelaksanaan umrah bagi jemaat Indonesia.

Kementerian Agama meminta para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk melakukan langkah-langkah persiapan.

Baca juga: Jelang Pertandingan Lawan PSS Sleman vs Barito Putera, Pelatih Barito, Djanur Sebut Siap Bangkit

“Tentu, PPIU di Yogyakarta juga sudah mulai bergerak ya untuk bersiap-siap pelaksanaan umrah bagi jemaah,” ungkap Kepala Seksi Transportasi, Perlengkapan dan Akomodasi Haji Reguler Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) DI Yogyakarta, H Ahmad Fauzi MSi, kepada Tribun Jogja, Kamis (14/10/2021).

Dia mengatakan, pihak Kantor Wilayah (kanwil) Kemenag DIY sudah mengadakan koordinasi dengan menghadirkan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus.

Diketahui, penyelenggaraan ibadah umrah sempat ditutup oleh Arab Saudi pada akhir Februari 2020.

Penyelenggaraan umrah dibuka kembali pada awal November 2020, dengan protokol kesehatan dan persyaratan khusus.

Data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) mencatat, per November 2020, ada 26.328 jemaah di Indonesia yang tertunda keberangkatannya dan berusia 18 sampai 50 tahun.

Namun, otoritas Saudi kembali menutup sementara akses masuk ke wilayahnya bagi pendatang dari 20 negara, termasuk Indonesia.

Keputusan tersebut diterbitkan pada 2 Februari 2021 dan berlaku efektif sejak 3 Februari pukul 21.00 WIB. Sejak itu belum ada lagi pemberangkatan jemaah umrah asal Indonesia.

Baca juga: JNE Yogyakarta Gelar Goll Aborasi Bisnis Online, Kuatkan Kolaborasi UKM di Saat Covid-19

Terkait merk vaksin Covid-19 yang diterima Arab Saudi, Fauzi mengatakan, hingga kini pemerintah Arab Saudi masih merekomendasikan empat vaksin, yakni Pfizer, Moderna, AstraZeneca atau Johnson and Johnson sebagai booster.

Belum ada kejelasan lebih lanjut untuk warga Yogyakarta yang telah divaksin dengan merk Sinovac maupun Sinopharm dan ingin melaksanakan umrah.

“Dari pemerintah Indonesia masih ada penjajakan negosiasi karena di Indonesia belum ada booster,” jelasnya lagi. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved