Breaking News:

Kota Yogyakarta

Kemenag Kota Yogya Belum Terima Pengajuan Jemaah Umrah dari Biro Perjalanan 

Belum adanya biro yang mengajukan, sedikit banyak disebabkan aturan yang belum dipaparkan secara utuh, khususnya oleh pihak Arab Saudi.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sudah memberikan izin pelaksanaan ibadah umrah untuk jemaah Indonesia.

Tapi, sampai sejauh ini, belum ada biro travel di Kota Yogyakarta yang mengajukan pesertanya. 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Nur Abadi mengatakan, belum adanya biro yang mengajukan, sedikit banyak disebabkan aturan yang belum dipaparkan secara utuh, khususnya oleh pihak Arab Saudi. 

"Belum tahu kapan akan memberangkatkanya, termasuk protokol kesehatannya, mau seperti apa, itu juga belum. Sehingga travel belum mengajukan sampai sekarang," terangnya, saat dikonfirmasi Kamis (14/10/2021). 

Baca juga: Lika-liku Biro Perjalanan Haji Freshnel di Masa Pandemi, Tetap Produktif Demi Kantongi Izin PIHK 

Menurutnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kini, baru sebatas membuka saja, namun belum memberi kepastian apapun.

Oleh sebab itu, biro travel di Kota Yogyakarta pun harus menanti peraturan dari otorita setempat. 

"Sekarang ini travel belum ada yang mengajukan, karena aturannya kan memang belum jelas. Termasuk kapan akan berangkatnya, itu belum jelas," kata Abadi. 

"Meski kemarin itu, kemungkinan sementara, yang sudah disampaikan Pak Dirjen, paling cepat awal November. Selebihnya kami belum tahu juga," imbuhnya. 

Sementara untuk ibadah haji, ia mengungkapkan, di Kota Yogyakarta terdapat 314 jemaah yang siap berangkat ke tanah suci.

Akan tetapi, setali tiga uang dengan umrah, pihaknya belum dapat memberikan kepastian. 

"Tergantung kuotanya. Kalau 100 persen, ya bisa semua berangkat, tapi sampai saat ini belum ada kepastian Arab Saudi memberikan kuota berapa, karena itu tergantung dengan situasi pandemi Covid-19," tambahnya. 

Walau begitu, Abadi memastikan 314 jemaah itu sudah tervaksin Covid-19 secara keseluruhan.

Namun, lantaran sinovac yang digunakan mayoritas masyarakat Indonesia tidak diakui di Arab Saudi, maka Kemenag berkoordinasi dengan Kemenkes terkait pengadaan booster. 

"Kemenkes sudah siap kalau memang harus menambah vaksin sebagai booster, ya, untuk para jemaah haji. Kalau untuk jemaah umrah, menjadi tanggung jawab masing-masing biro perjalanan itu," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved