Breaking News:

Selama Pandemi Dinas Tenaga Kerja Sleman Catat Angka Pengangguran Semakin Meningkat

Pengangguran di Kabupaten Sleman meningkat. Peningkatan pengangguran merupakan salah satu dampak dari adanya pandemi COVID-19. 

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pengangguran di Kabupaten Sleman meningkat. Peningkatan pengangguran merupakan salah satu dampak dari adanya pandemi COVID-19. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Sutiasih mengatakan menurut data 8 Oktober 2021 ada 383 pekerja yang dirumahkan dan 202 pekerja yang di-PHK.

Hal itu pula yang menyumbang angka pengangguran di Kabupaten Sleman. 

Baca juga: Sekati YK Ing Mall, Upaya Pemkot Yogyakarta Hidupkan Hegemoni Pasar Malam Sekaten 

Pada tahun 2019, tercatat ada 27.508 warga Kabupaten Sleman yang tidak memiliki pekerjaan.

Setelah pandemi COVID-19, angka pengangguran meningkat. Tercatat ada 35.843 warga Sleman yang menganggur pada tahun 2020. 

"Angka pengangguran tahun 2019 3,98 persen, kemudian tahun 2020 naik menjadi 5,09 persen. Jadi dari tahun 2019 ke 2020 ada kenaikan 1,11 persen. Kalau 1,11 peren itu ada 8.335 orang," ungkapnya pada saat jumpa pers di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Selasa (12/10/2021).

Ia mengungkapkan pengangguran terjadi karena berkurangnya kesempatan kerja. Selain itu pertumbuhan jumlah angkatan kerja tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada. 

Beberapa program untuk mengatasi pengangguran pun terpaksa dihentikan karena adanya refokusing anggaran. Program tersebut antara lain pelatihan dan pemagangan. 

Baca juga: Modus Urus Surat Pernikahan, Pemuda di Kulon Progo Gadaikan Mobil Rental 

Tidak hanya pengangguran, pandemi COVID-19 menyebabkan Disnaker Kabupaten Sleman menerima laporan perselisihan hubungan industrial. Ia mencatat ada 24 laporan yang diterima.

"Yang 23 kasus sudah diselesaikan, masih kurang 1 kasus dalam proses. Kebanyakan mengadu soal pesangon karena PHK. Kami undang bersama, ada yang selesai ada yang tidak selesai. Kalau tidak selesai kami keluarkan anjuran sesuai aturan," ungkapnya.

Ia mendorong agar perusahaan mendaftarkan pekerjanya ke semua program, supaya memenuhi syarat menjadi program jaminan kehilangan pekerjaan. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved