Kabupaten Sleman

Terganjal Putusan MK, 7 Calon Lurah di Sleman Gagal Ikut Pilur 

Putusan MK yang menetapkan batas maksimal jabatan Kepala Desa 3 periode, menyebabkan 7 calon lurah gagal ikut pilur.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemilihan Lurah (Pilur) di Kabupaten Sleman rencananya digelar serentak 31 Oktober di 35 Kalurahan.

Namun pesta demokrasi tingkat Kalurahan itu mengalami ganjalan.

Pasalnya, menjelang pengundian nomor urut dan hari pemilihan, ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan batas maksimal jabatan Kepala Desa 3 periode.

Akibatnya, dari 113 calon di Sleman, 7 di antaranya gagal ikut Pilur

"Ini keputusan MK yang bersifat tetap dan mengikat. Harapannya, semua bisa memahami," kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Sleman, Budiharjo, Rabu (6/10/2021). 

Baca juga: Soal Pemilihan Lurah (Pilur), Pemkab Sleman Tunggu Surat dari Pusat

Calon lurah yang gagal ikut kontestasi, antara lain, H. Senaja (Kalurahan Sumberarum); H. Imindi Kasmiyanta (Maguwoharjo); Sardjono (Sendangtirto), Sukarja (Madurejo); Nur Widayati (Selomartani); Suhardjono (Margomulyo); dan Drs. Hadjid Badawi (Kalurahan Sendangagung). Ketujuh calon tersebut adalah petahana yang sudah menjabat Lurah selama tiga periode, baik menjabat lurah secara berturut-turut di satu wilayah maupun acak di wilayah yang berbeda. 

Budiharjo mengungkapkan, pihaknya telah mendampingi Sekda Sleman, Harda Kiswaya untuk berkeliling ke masing-masing calon tersebut.

Mayoritas calon diakuinya legawa.

Sebab, ini adalah putusan MK yang bersifat tetap dan mengikat.

Dari 7 Kalurahan yang satu di antara calonnya gagal ikut pemilihan, menurutnya ada dua Kalurahan yang terpaksa tidak bisa melanjutkan tahapan pilur berikutnya atau ditunda.

Yaitu Kalurahan Sumberarum dan Selomartani.

Pasalnya, Pilur di dua Kalurahan tersebut hanya diikuti dua calon.

Ketika satu calon gugur, maka otomatis hanya tersisa satu calon.

Padahal, aturan dalam Pilur minimal diikuti dua calon dan maksimal lima calon. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved