9 Laba-laba Paling Berbahaya : Tak Akan Mengubah Jadi Spiderman, Tapi Racunnya Bisa Picu Kematian
Ada lebih dari 43.000 spesies laba-laba di dunia, dan kurang dari 30 di antaranya termasuk ke dalam laba-laba paling berbahaya yang bisa picu kematian
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Laba-laba memiliki penampilan kecoklatan.
Perut beberapa spesimen memiliki hiasan berwarna coklat tua, hitam, putih, kuning, atau oranye.
Racun Latrodectus geometricus dianggap dua kali lebih kuat dari pada Latrodectus Hasselti.
Namun, spesies ini tidak agresif dan hanya menyuntikkan sedikit racun saat menggigit.
Gigitan laba-laba ini pernah membuat kematian dua orang di Madagaskar pada awal 1990-an. Korban-korban ini berada dalam kondisi kesehatan yang buruk dan mereka tidak diobati dengan antivenin.
7. Latrodectus mactans

Setidaknya ada 2500 kunjungan ke pusat pengendalian racun di AS setiap tahunnya akibat gigitan laba-laba jenis ini.
Mereka adalah salah satu spesies yang dapat ditemukan dari Amerika Serikat dan sebagian Kanada melalui Amerika Latin dan Hindia Barat.
Gigitannya, yang mungkin terasa seperti tusukan jarum di kulit, sering menyebabkan nyeri otot yang parah dan kram, mual, dan kelumpuhan ringan pada diafragma, yang membuat sulit bernapas.
Sebagian besar korban sembuh tanpa komplikasi serius.
Meskipun gigitannya dianggap fatal bagi bayi dan orang tua, tidak ada kematian yang dikaitkan dengan gigitan laba-laba ini di Amerika Serikat.
8. Laba-laba Serigala

Laba-laba serigala tersebar luas di seluruh dunia.
Mereka mendapatkan nama ini karena kebiasaannya yang seperti serigala mengejar dan menerkam mangsa.
Meskipun laba-laba tidak dianggap agresif, ia sering menggigit orang untuk membela diri.
Laba-laba serigala berbisa, tetapi gigitannya tidak dianggap berbahaya. Beberapa korban gigitan yang alergi terhadap gigitan laba-laba pada umumnya mengalami mual, pusing, dan mengalami peningkatan denyut jantung.
Taring besar laba-laba menyebabkan trauma fisik di lokasi gigitan.
Gigitan itu sendiri telah digambarkan mirip dengan sengatan lebah, dan racun yang disuntikkan laba-laba dapat menyebabkan gatal di tempat tersebut.
Gigitan yang menyakitkan ini, ditambah dengan kecepatan dan penampilannya yang mengejutkan, dapat meresahkan, dan beberapa korban gigitan panik karena pengalaman tersebut.
9. Laba-laba Kantung Kuning

Racun laba-laba kantung kuning adalah sitotoksin, (zat yang menghancurkan sel atau merusak fungsinya.
Dampak gigitannya bisa menghasilkan lesi nekrotikans, tetapi lesi tersebut jarang terjadi pada korban gigitan.
Biasanya akan timbul efek berupa kemerahan dan pembengkakan di tempat gigitan.
Laba-laba kantung kuning bukanlah makhluk yang jinak; laba-laba kantung kuning betina, misalnya, dapat menggigit saat mempertahankan telurnya. (*/Britannica)