9 Laba-laba Paling Berbahaya : Tak Akan Mengubah Jadi Spiderman, Tapi Racunnya Bisa Picu Kematian

Ada lebih dari 43.000 spesies laba-laba di dunia, dan kurang dari 30 di antaranya termasuk ke dalam laba-laba paling berbahaya yang bisa picu kematian

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
inaturalist
Laba-laba Atrax robustus 

Penelitian pada tahun 2013 mengungkapkan bahwa protein dalam racun laba-laba menargetkan molekul fosfolipid, yang membentuk sebagian besar membran sel, dan mengubah molekul ini menjadi lipid yang lebih sederhana.

Luka yang dihasilkan mungkin memerlukan beberapa bulan untuk sembuh, atau mungkin terinfeksi, yang dapat menyebabkan kematian korban.

3. Atrax robustus

Laba-laba Atrax robustus
Laba-laba Atrax robustus (inaturist)

Spesies Atrax robustus dan A. formidabilis adalah laba-laba besar berwarna cokelat yang sangat ditakuti di Australia bagian selatan dan timur karena gigitannya yang berbisa.

Beberapa kematian manusia akibat gigitan laba-laba agresif ini telah tercatat di kawasan Sydney sejak tahun 1920-an.

Sebuah penawar racun utama dalam racun mereka telah dikembangkan yang efektif jika diberikan kepada korban segera setelah mereka digigit.

4. Laba-laba Punggung Merah (Latrodectus Hasselti)

Laba-laba Latrodectus Hasselti
Laba-laba Latrodectus Hasselti (britannica)

Laba-laba punggung merah ini merupakan hewan asli Australia, tetapi telah menyebar ke Selandia Baru, Belgia, dan Jepang.

Spesies ini tersebar luas di seluruh Australia, hidup di semua lingkungan yang bervariasi di benua itu, kecuali gurun terpanas dan puncak gunung yang dingin.

Spesies ini juga ditemukan di daerah perkotaan, sering membuat sarang di tempat tinggal manusia. Punggung merah diidentifikasi dengan garis merah yang menonjol atau tanda berbentuk jam pasir di punggungnya yang berwarna hitam. Tanda ini lebih terlihat pada betina daripada jantan.

Laba-laba punggung merah tidak agresif dan lebih cenderung berpura-pura mati saat diganggu, tetapi laba-laba betina yang mempertahankan telurnya kemungkinan besar akan menggigit.

Gigitan juga terjadi ketika laba-laba naik ke sepatu atau pakaian dan terperangkap di kulit korban saat dia berpakaian.

Punggung merah jantan dan betina berbisa, tetapi kebanyakan kasus disebabkan oleh gigitan betina.

Hanya 10-20% dari semua korban yang digigit yang berbisa.

Racunnya adalah campuran neurotoksin yang disebut alpha-latrotoxins, yang menghasilkan rasa sakit, berkeringat, detak jantung yang cepat, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved