9 Laba-laba Paling Berbahaya : Tak Akan Mengubah Jadi Spiderman, Tapi Racunnya Bisa Picu Kematian

Ada lebih dari 43.000 spesies laba-laba di dunia, dan kurang dari 30 di antaranya termasuk ke dalam laba-laba paling berbahaya yang bisa picu kematian

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
inaturalist
Laba-laba Atrax robustus 

Laba-laba dapat memoderasi jumlah racun yang disuntikkannya, dan tingkat keparahan gejala ini seringkali bergantung pada seberapa banyak racun yang disuntikkan.

Lebih dari 250 gigitan laba-laba ini dirawat setiap tahun di Australia, banyak di antaranya terselamatkan dengan antivenin. Namun demikian, kematian manusia terakhir yang dikaitkan dengan racun redback terjadi pada tahun 1956.

5. Si Janda Merah (Latrodectus Bishopi)

Laba-laba Latrodectus Bishopi
Laba-laba Latrodectus Bishopi (Wikimedia Commons)

Laba-laba janda merah, atau janda berkaki merah memiliki nama latin Latrodectus bishopi.

Biasanya laba-laba janda merah menghuni semak belukar yang didominasi palmetto di Florida tengah dan selatan.

Namun para ahli percaya bahwa penyebarannya meluas.

Laba-laba memakan serangga, dan tidak dianggap agresif terhadap manusia.

Namun, mereka bisa menggigit ketika melindungi telurnya atau ketika terperangkap di kulit seseorang dengan pakaian atau alas kaki.

Gigitan janda merah mirip dengan janda hitam, dan gejala yang sama semisal nyeri, kram, mual, dll.)

Demikian juga, kematian akibat gigitan janda merah jarang terjadi, karena laba-laba menyuntikkan racun dalam jumlah kecil.

Anak-anak yang sangat muda, orang tua, dan orang-orang dengan masalah kesehatan paling rentan terhadap gigitan laba-laba janda merah.

6. Latrodectus geometricus

Laba-laba Latrodectus geometricus
Laba-laba Latrodectus geometricus (inaturist)

Laba-laba ini diklasifikasikan sebagai spesies invasif di tempat lain di seluruh dunia.

Populasinya telah muncul di California selatan, Karibia, negara bagian AS di Pantai Teluk, serta di Jepang, Afrika Selatan dan Madagaskar, Australia, dan Siprus.

Spesies ini membuat rumahnya di gedung-gedung, di dalam ban bekas, dan di bawah mobil, serta di antara semak-semak dan tumbuh-tumbuhan lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved