Breaking News:

BPBD DIY Tutup 14 Lokasi Tambang Ilegal di Sekitar Kawasan Gunung Merapi

BPBD DIY juga memasang portal setinggi 2 meter dan lebar 4 meter di ruas-ruas jalan menuju kawasan yang biasa dijadikan tempat tambang ilegal.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Lokasi penambangan pasir Kali Gendol, Kepuharjo, Cangkringan yang sepi karena dihentikan sementara usai status Merapi dinaikan menjadi waspada. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menutup 14 lokasi tambang pasir ilegal di sekitar hulu kawasan Gunung Merapi.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, menuturkan langkah itu sekaligus menjadi upaya pengamanan dan penyelamatan lahan Kasultanan Keraton Yogyakarta, terutama yang berada di wilayah Kapanewon Cangkringan dan Pakem, Sleman.

"Jadi kita dalam waktu dua hari ini kami melakukan pemasangan portal di tanah SG (Sultan Ground) yang ada penambangan tidak berizin. Juga di tanah kas desa," terang Biwara kepada Tribun Jogja, Minggu (12/9/2021).

Pihaknya juga memasang portal setinggi 2 meter dan lebar 4 meter di ruas-ruas jalan menuju kawasan yang biasa dijadikan tempat tambang ilegal.

Langkah itu diharapkan dapat menghalau truk penambang yang masuk. 

Namun, portal itu masih dapat dilalui oleh penduduk sekitar sehingga tak menganggu akses mobilitas warga setempat.

Biwara menjelaskan, setidaknya ada tiga tujuan dari upaya penutupan dan pengamanan yang dilakukan pihaknya.

Di antaranya, Merapi masih berstatus siaga sehingga aktivitas penambangan di dalam radius 5 km harus dihentikan.

"Yang perlu (dihentikan) itu kan penambang di sungai-sungai. Rekomendasinya tidak boleh ada penambangan di alur sungai yang radius bahaya," jelasnya.

"Kalau tambang tidak berizin memang seharusnya ditutup," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved