Berita Kesehatan

Mengurangi Gula pada Makanan Kemasan Bisa Cegah Jutaan Penyakit Kardiovaskular

Setidaknya Anda harus mengurangi sebanyak 20 persen gula dari makanan kemasan, dan 40 persen gula dari minuman kemasan.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
medscape.com
Turunkan Konsumsi Gula dengan Cara Ini 

TRIBUNJOGJA.COM - Mengurangi asupan gula yang terdapat dalam makanan kemasan bisa memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan. Berdasarkan penelitian dari Massachusetts General Hospital (MGH), Friedman School of Nutrition Science & Policy di Tufts University, Harvard TH Chan School of Public Health dan New York City Department of Health and Mental Hygiene (NYC DOH), menyebutkan bahwa hal itu bisa mencegah Anda terhindar dari 2,48 juta penyakit kardiovaskular. Semisal stroke, serangan jantung, dan kelainan jantung lainnya. Selain itu, hal ini juga bisa menhindarkan Anda dari resiko diabetes.

Menurut simulasi dari penelitian yang juga diterbitkan dalam jurnal Circulation tersebut, setidaknya Anda harus mengurangi sebanyak 20 persen gula dari makanan kemasan, dan 40 persen gula dari minuman kemasan.

Kelompok peneliti menyebutkan, konsumsi makanan dan minuman manis sangat terkait dengan obesitas dan penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Di mana hal itu menjadi penyebab utama kematian di AS dengan lebih dari dua dari lima orang dewasa Amerika mengalami obesitas, satu dari dua menderita diabetes atau pradiabetes.

Serta hampir satu di dua memiliki penyakit kardiovaskular, dengan orang-orang dari kelompok berpenghasilan rendah dibebani secara tidak proporsional.

"Gula adalah salah satu aditif yang paling jelas dalam pasokan makanan untuk mengurangi jumlah yang wajar," kata Dariush Mozaffarian, MD, DrPH, penulis senior dan dekan Friedman School of Nutrition Science and Policy di Tufts University.

"Temuan kami menunjukkan sudah waktunya untuk menerapkan program nasional dengan target pengurangan gula sukarela, yang dapat menghasilkan peningkatan besar dalam kesehatan, kesenjangan kesehatan, dan pengeluaran perawatan kesehatan dalam waktu kurang dari satu dekade," katanya.

Cara mengendalikan gula darah

Diabetes memang menyimpan potensi bahaya yang mengancam jiwa. Terutama jika diabetes sudah berkembang menjadi komplikasi. Semisal ginjal, penyakit jantung hingga stroke.

Namun begitu, diabetes yang erat kaitannya dengan kadar gula dalam darah ini bisa dengan mudah dikelola sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan penderitanya.

Yaitu dengan perubahan pola gaya hidup sehat, pengaturan asupan makanan, mengeola berat badan serta dengan cara aktif berolahraga.

Sebagai informasi, faktor risiko diabetes secara garis beras dibagi ke dalam dua jenis.

Yaitu faktor risiko yang bisa dikendalikan dan faktor risiko yang berada di luar kendali Anda.

Faktor risiko semisal garis keturunan atau genetika, merupakan faktor risiko yang tak dapat Anda kendalikan.

Sedangkan faktor risiko yang bisa Anda kelola meliputi pola gaya hidup dan kebiasaan Anda sehari-hari.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved