Pelaku Wisata di Bantul Minta Aturan yang Lebih Sederhana Bagi Wisatawan yang Akan Berkunjung

Pemerintah pusat berencana memberlakukan aplikasi Pedulilindungi untuk masuk ke lokasi tujuan wisata. Di sisi lain, Gubernur DIY

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah pusat berencana memberlakukan aplikasi Pedulilindungi untuk masuk ke lokasi tujuan wisata.

Di sisi lain, Gubernur DIY menerapkan kebijakan akan membuka dsetinasi wisata jika 80 persen penduduk DIY sudah tervaksin Covid-19.

Terkait hal tersebut, pelaku wisata meminta pemerintah membuat aturan yang sederhana bagi wisatawan yang akan berkunjung saat objek wisata sudah diperbolehkan buka kembali usai PPKM Level 4.

Purwoharsono selaku Ketua Koperasi Notowono, yang mengelola sejumlah objek wisata di Kapanewon Dlingo, mengakui bahwa sejauh ini sudah ada sosialisasi dari Dinas Pariwisata Bantul tentang rencana pemberlakukan aplikasi Pedulilindungi bagi wisatawan yang akan berkunjung jika nantinya objek wisata sudah dibuka kembali.

Baca juga: Harga Cabai di DI Yogyakarta Anjlok, Disperindag DIY Dorong Petani Bikin Produk Olahan

Namun demikian, menurutnya penerapan aplikasi tersebut masih sebatas recana dan belum akan diterapkan. Pasalnya Gubernur DIY baru akan membuka obyek wisata jika 80 persen penduduk DIY sudah mendapatkan vaksinasi.  

Namun demikian, ia menilai bahwa penerapan  aplikasi Pedulilindungi bagi wisatawan akan merepotkan petugas di lapangan.

"Wisatawan itu beragam, ada yang dari kota dari pelosok, dari luar daerah. Apakah kalau tidak punya aplikasi Pedulilindungi, kita akan menolak kedatangan wisatawan yang sudah jauh-jauh ingin berwisata?"ujarnya Senin (30/8/2021).

Maka dari itu ia mengusulkan aturan yang lebih sederhana, yakni wisatawan cukup menunjukkan kartu vaksin.

"Itu saja juga bermasalah bagi anak-anak usia dibawah 12 tahun karena dipastikan belum divaksin. Apakah nanti anaknya ditinggal di parkiran kemudian orang tuanya masuk objek wisata?" imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa sebenarnya pengelola objek wisata sudah melaksanakan ‎CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Enviroment Suitainability).

Menurutnya CHSE sudah cukup bagi pengelola objek wisata untuk menerima kunjungan wisatawan.

Terlebih seluruh pelaku wisata di Kapanewon Dlingo ini hampir 80 persen sudah divaksin semuanya. Ditambah menurutnya, sejauh ini tidak ada klaster Covid-19 yang muncul dari obyek wisata.  

Selain aplikasi Pedulilindungi, selama ini Pemda DIY juga sudah mewajibkan wisatawan yang akan berkunjung ke objek wisata untuk mengisi aplikasi Visiting Jogja.

Terkait hal tersebut, pengelola objek wisata Puncak Sosok, Rudi Haryanto menilai bahwa kewajiban wisatawan mengisi aplikasi Visiting Jogja masih sulit terealisasi, apalagi jika nanti akan ditambah menggunakan aplikasi Pedulilindungi.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved