ADVERTORIAL

Pemkab Gunungkidul Dorong IKM Lokal Inovatif Agar Bertahan di Masa Pandemi

Pemkab Gunungkidul terus mendorong program pemberdayaan pada usaha-usaha milik masyarakat untuk lebih dimaksimalkan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto (kemeja batik) saat meninjau usaha Tempe Kang Bonny di Pedukuhan Mbalong, Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari, Jumat (20/08/2021). 

Bahkan di semester pertama tahun ini, nilai ekspornya sudah mencapai Rp 227,53 triliun.

Itu sebabnya, Pemkab Gunungkidul terus mendorong program pemberdayaan pada usaha-usaha milik masyarakat untuk lebih dimaksimalkan.

"Kami yakin ke depan IKM di Gunungkidul bisa berkembang dan berjalan sesuai harapan," kata Heri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Johan Eko Sudarto mengatakan IKM saat ini harus mengedepankan 3 prinsip.

Antara lain adaptif, kreatif, dan inovatif.

Pasalnya, tantangan ke depan bagi dunia usaha kecil menengah saat ini tak hanya situasi pandemi.

Namun juga dunia teknologi komunikasi yang terus berkembang.

Baca juga: HUT ke-76 RI di Masa Pandemi, Komunitas di Gunungkidul Lakukan Gerakan Berbagi

"Promosi harus ditingkatkan agar lebih banyak dikenal masyarakat luas, tanpa mengecilkan kualitas produk," jelas Johan.

Agung mengatakan usaha tempenya tersebut berdiri sejak 2017 lalu.

Namun kini ia sudah memiliki relasi skala besar, mulai dari restoran hingga hotel yang membutuhkan tempe hasil produksinya.

Menurutnya, Pemkab Gunungkidul melalui Disperindag sangat aktif membantu promosi hasil usahanya tersebut.

Termasuk dukungan di masa pandemi seperti ini.

"Berbagai dorongan terus diberikan, termasuk pendampingan terkait promosi produk," kata pria yang disapa Bonny ini.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved