Pendidikan

Inovasi di Masa Pandemi, Meris Bimbel Manfaatkan Teknologi dengan Luncurkan E-Learning

Meris Bimbel membimbing belajar siswa Pra SD (Calistung)-SD-SMP-SMA dengan prinsip belajar konsep.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Mekar Retno Sariasih, pemilik Meris Bimbel 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Inovasi teknologi menjadi hal yang penting dilakukan untuk tetap bertahan dan memberikan kontribusi lebih di masa pandemi Covid-19.

“Dari situasi seperti ini, saya jadi berpikir untuk membuat fasilitas belajar e-learning agar anak-anak tetap bisa belajar darimanapun,” buka Mekar Retno Sariasih, pemilik Meris Bimbel kepada Tribunjogja.com, Jumat (6/8/2021).

Sudah 12 tahun ini, Mekar menggeluti dunia bimbingan belajar (bimbel) yang bertempat di Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman.

Meris Bimbel ini membimbing belajar siswa Pra SD (Calistung)-SD-SMP-SMA dengan prinsip belajar konsep.

Baca juga: UGM Gelar Sosialisasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Namun, karena pandemi Covid-19 yang memaksa anak sekolah dari rumah, maka Mekar yang juga seorang guru SMA Negeri 1 Sleman itu ingin tetap mengajak anak agar antusias belajar.

Hanya dengan pendidikan, masa depan dan kehidupan anak menjadi lebih baik.

“Di e-learning merisbimbel.com itu, kami sediakan ribuan soal dan mencakup pembahasan sehingga anak bisa latihan kapan saja dan dimana saja dengan hp mereka,” tambahnya.

Para siswa bisa masuk ke e-learning itu dengan akun masing-masing dan mengerjakan soal yang ada untuk melatih kemampuan otak.

Selain e-learning tersebut, Mekar juga tetap menyediakan kelas luring.

Tentunya, itu dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kalau orang tua mengizinkan, maka anak bisa ikut les secara luring. Kalau tidak ya tetap daring,” tambahnya.

Baca juga: Belajar Menulis Aksara Jawa, Membuat Jamu hingga Joget K-Pop di Kelaspedia

Dia tidak memungkiri, di zaman pandemi ini, segala jenis pembelajaran harus dikemas secara menarik agar lebih mendapatkan perhatian anak.

Pengemasan metode pembelajaran menarik ini juga bisa meningkatkan semangat siswa untuk bertanya kepada tentor.

“Kami bagi kuis setelah penyampaian konsep sehingga siswa bisa cek pemahaman langsung,” tambah Mekar.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved