Kabupaten Kulon Progo
500 Pelaku Wisata Terdampak PPKM di Kulon Progo Terima Bantuan
Pelaku wisata yang diprioritaskan mendapatkan bantuan yaitu pedagang yang berjualan di dalam kawasan destinasi wisata.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Ratusan pelaku wisata di Kabupaten Kulon Progo yang terdampak dengan adanya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mendapatkan tali asih.
Sedikitnya ada 500 pelaku wisata yang menerima bantuan uang tunai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat.
Untuk menghindari kerumunan penyalurannya dilakukan secara drive thru.
Ketua Baznas Kulon Progo, Abdul Madjid mengatakan uang tunai yang diberikan senilai Rp 400 ribu.
Penyaluran dilakukan sejak Selasa (3/8/2021) lalu.
Baca juga: Batalyon Bhara Daksa Akpol 1991 Salurkan 100 Paket Sembako dan Masker bagi Warga di Kulon Progo
"Kami sebelumnya juga sudah menyalurkan bantuan bagi PKL di alun-alun wates (Alwa) sebanyak 212 pkl senilai Rp 500 ribu per orang. Kemudian untuk pelaku wisata ada 500 orang yang kami beri bantuan," tuturnya disela penyerahan bantuan di kantor Baznas Kulon Progo, Jumat (6/8/2021).
Dikatakannya dalam pendistribusian bantuan bekerjasama dengan dinas terkait untuk menghimpun data calon penerima bantuan.
"Kriterianya mereka benar-benar layak menerima bantuan. Karena pandemi Covid-19 menjadikan penghasilan mereka mengalami penurunan," kata Abdul Madjid.
Terlebih perolehan zakat, infak dan sedekah (ZIS) di Kulon Progo tertinggi se-DI.Yogyakarta.
Lebih lanjut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan pelaku wisata yang diprioritaskan mendapatkan bantuan yaitu pedagang yang berjualan di dalam kawasan destinasi wisata.
Dikarenakan sejak diberlakukannya PPKM seluruh destinasi wisata di Kulon Progo ditutup sementara.
"Kalau ditutup otomatis mereka tidak bisa berjualan di dalam area wisata. Selain pedagang ada tukang parkir dan elemen lainnya. Berbeda dengan pedagang yang berjualan di luar destinasi wisata, mereka masih bisa beroperasional," terangnya.
Pelaku wisata di Suroloyo, Susilo berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga bisa beroperasional kembali.
Dikarenakan selama pandemi ditambah adanya PPKM pendapatan tidak ada.
Baca juga: Satpol PP Kulon Progo Bagikan 100 Nasi Kotak bagi Nakes dan Warga Isoman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/500-pelaku-wisata-terdampak-ppkm-di-kulon-progo-terima-bantuan.jpg)