Rentan Terpapar Covid-19, Pemantauan Ibu Hamil di Gunungkidul Tetap Dioptimalkan
Ibu hamil jadi kelompok yang rentan terdampak pandemi COVID-19. Selain risiko terpapar, layanan kesehatan hingga melahirkan di fasilitas kesehatan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Ibu hamil jadi kelompok yang rentan terdampak pandemi COVID-19.
Selain risiko terpapar, layanan kesehatan hingga melahirkan di fasilitas kesehatan (faskes) bisa terganggu lantaran banyaknya pasien.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan pihaknya berusaha meminimalisir risiko tersebut.
Apalagi sepanjang 2021 ini sudah ada kasus kematian ibu hamil/melahirkan.
Baca juga: Aktivitas Taman Kuliner Wonosari Gunungkidul Mulai Meningkat, Kunjungan Masih Minim
"Tetap kami lakukan pemantauan pada ibu hamil, tidak ada yang berubah dari program itu," kata Dewi, Minggu (01/08/2021).
Ia menjelaskan, pemantauan tetap dilakukan dalam bentuk kunjungan langsung alias tatap muka. Hanya saja, ada pengamanan ekstra berupa penerapan protokol kesehatan (prokes) di tiap kunjungan.
Dewi pun mengimbau masyarakat, khususnya para ibu hamil tetap memeriksakan kondisi diri dan kandungannya. Hal itu dilakukan guna memastikan kondisinya tetap sehat.
Apalagi selama pandemi ini, tingkat kunjungan masyarakat ke faskes turun. Ia menilai kondisi itu terjadi karena mereka takut jika nantinya terpapar atau didiagnosis COVID-19 saat datang memeriksakan diri.
"Jangan takut periksa, itu yang paling penting. Kalau tidak nanti tak terkondisi," ujar Dewi.
Gunungkidul mencatatkan 7 kasus kematian ibu hamil dan melahirkan selama 2021 ini. Setidaknya satu sampai 2 kasus di antaranya merupakan konfirmasi positif COVID-19.
Dewi mengatakan penanganan ibu melahirkan positif COVID-19 kini juga bisa dilakukan di dua puskesmas. Keduanya adalah Puskesmas Semin I dan Rongkop.
Baca juga: DPRD DIY Usul Danais Dialokasikan Untuk Tangani Covid-19 Per Kelurahan di DI Yogyakarta Rp10 Juta
"Selama ini kan hanya RSUD yang bisa menangani persalinan konfirmasi positif, sedangkan di sana antreannya juga panjang," jelasnya.
Dinkes Gunungkidul kini berupaya menambah jumlah puskesmas yang bisa melayani persalinan konfirmasi positif. Namun, diperlukan proses evaluasi mengingat penanganan dilakukan dengan prosedur khusus.
Sebagai rujukan penanganan COVID-19 di Gunungkidul, RSUD Wonosari menyediakan bed (tempat tidur) khusus bagi ibu hamil atau yang akan bersalin. Total ada 5 unit yang disediakan.
"2 unit di IGD, 1 unit di Ruang Bersalin untuk tindakan, dan 3 unit di Ruang Isolasi," kata Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati.
Adapun belum lama ini, satu dari 5 unit bed tersebut terisi oleh seorang pasien ibu hamil. Meski demikian, Heru mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah ada bayi yang baru dilahirkan turut terpapar COVID-19. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-gunungkidul-dewi-irawaty-28721.jpg)