Breaking News:

Yogyakarta

10 Toko di Malioboro Dijual Pemiliknya, PPMAY Harapkan Bantuan dari Pemda DIY

Akibat PPKM Darurat ini pelaku usaha tiak bisa mencari penghasilan sehingga mereka terpaksa berhutang untuk memenuhi kebutuhan.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja/ Miftahul Huda
Malioboro 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 10 toko di kawasan Malioboro dijual oleh pemiliknya karena terimbas kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat serta pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

Koordinator Lapangan Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY), KRT Karyanto Purbo Husodo mengungkapkan, pemilik terpaksa menjual tokonya lantaran sama sekali tak memiliki modal usaha.

Mereka juga tidak sanggup melunasi hutang di bank. 

Terlebih akibat kebijakan PPKM Darurat ini pelaku usaha sama sekali tidak bisa mencari penghasilan sehingga mereka terpaksa berhutang untuk memenuhi kebutuhan maupun membayar ongkos operasional.

Baca juga: Paguyuban Kawasan Malioboro Minta Bantuan Permodalan dari Pemerintah

"Semakin banyak pemilik toko yang menjual tokonya oleh karena kehabisan modal dan bayar bunga di bank-bank  oleh karena tidak mampu melunasi hutang-hutangnya. Ada 10 yang tidak kuat," terang Karyanto, Minggu (25/7/2021).

Karyanto menambahkan, di tengah situasi sulit, toko-toko juga harus memenuhi kewajibannya kepada pemerintah. 

Mulai dari membayar pajak penghasilan dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Selain itu toko juga harus menanggung biaya operasional seperti listrik, air, telpon, dan upah pekerja.

"Lagi pula kalau kita sakit juga harus berobat ke dokter," terangnya.

Saat ini tercatat ada 9.850 staf yang bekerja di toko-toko sepanjang Jalan Malioboro dan Ahmad Yani. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved