Breaking News:

Yogyakarta

Terdampak PPKM Darurat, PKL Malioboro Desak Pemda DIY Segera Salurkan Bansos

Komunitas Kawasan Malioboro menyebut bahwa saat ini PKL berada dalam kondisi sekarat. 

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ribuan pedagang kaki lima (PKL) yang mencari nafkah di kawasan Malioboro tengah menghadapi masa sulit akibat pandemi Covid-19 maupun kebijakan PPKM Darurat yang tengah diberlakukan pemerintah. 

Mereka mengharapkan adanya langkah luar biasa dari pemerintah setempat untuk membantu.

Sejumlah paguyuban PKL yang tergabung dalam Komunitas Kawasan Malioboro menyebut bahwa saat ini PKL berada dalam kondisi sekarat. 

Mereka sama sekali tidak bisa mencari penghasilan akibat adanya upaya pembatasan mobilitas masyarakat. 

Baca juga: Gubernur DI Yogyakarta Minta Penyaluran Bansos Diperluas

"Sehingga beban dampak ekonomi akibat covid-19 yang selama ini sudah berat, terasa bertambah berat ratusan kali lipat," kata seorang perwakilan Komunitas Malioboro, Yati, Senin (19/7/2021).

"Modal tergerus habis. Hutang-hutang tidak terbayar dan terus bertambah. Pemenuhan kebutuhan keluarga dalam kondisi kritis. Belum lagi, dampak sosial dan psikologis yang mengikuti," tambahnya.

Komunitas Malioboro pun mendesak agar Pemda DIY dapat segera mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyelamatkan ribuan PKL di kawasan itu. 

Satu diantaranya dengan memberi bantuan sosial tunai untuk PKL Malioboro yang hingga saat ini belum tersentuh bantuan Pemda.

Baca juga: Tak Dapat Bansos saat PPKM Darurat, Pedagang di Yogya Berjuang untuk Cukupi Kebutuhan Sehari-hari

"Juga memberi stimulan hibah modal usaha bergulir bagi PKL melalui paguyuban dan koperasi yang menaungi PKL," ujar Yati yang juga mengetuai Paguyuban Angkringan Malioboro (Padma).  

Selain itu, pasca 20 Juli 2021 atau berakhirnya PPKM Darurat, Pemda DIY diminta untuk memberi toleransi kepada PKL untuk dapat kembali berdagang dengan menerapkan prokes yang optimal. 

Akses orang dan kendaraan ke Malioboro harapannya juga dapat kembali dibuka.

"Besar harapan kami agar suara, aspirasi, dan rintihan seluruh pedagang kaki lima di kawasan Malioboro dapat diterima dan dipenuhi," tuturnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved