Breaking News:

Kisah Inspiratif

Tak Dapat Bansos saat PPKM Darurat, Pedagang di Yogya Berjuang untuk Cukupi Kebutuhan Sehari-hari

Saat PPKM Darurat, pemasukan berkurang drastis, sedangkan kebutuhan yang diperlukannya tidak berubah. 

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Taufiq Syarifudin
Sukartini (kiri) dan Bayu Andika saat ditemui di rumahnya, minggu (18/7/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dampak penetapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali membuat para pedagang kecil kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Begitu yang dirasakan oleh Sukartini, seorang pedagang ayam potong di Pasar Demangan, Kota Yogyakarta.

Di hari biasa ia bisa menjual sebanyak 25-30 kilogram ayam, namun saat PPKM ini, ia hanya bisa menjual 10-15 kilogram ayam tiap harinya.

Perbandingan itu pun membuat pemasukannya berkurang drastis, sedangkan kebutuhan yang diperlukannya tidak berubah. 

Baca juga: Terdampak PPKM Darurat, Janda 3 Anak di Yogya Bertahan Hidup dari Uang Takziah Sepeninggal Suami

"Wah sekarang saking sepinya pasar, sampai kita itu bisa lihat lorong di sana dari ujung ke ujung, padahal sebelumnya tidak. Otomatis pendapatan benar-benar berkurang. Yang kasian lagi pedagang-pedagang yang ada di bahu-bahu jalan kalau pagi, itu kemarin mereka digusur, tidak boleh jualan di sana," ujar Sukartini saat ditemui di rumahnya, Minggu (18/7/2021).

Kebutuhan yang harus dikeluarkan Sukartini selain keperluan sehari-hari, adalah biaya kuliah anak keduanya di UNY dan cicilan motor yang dipakai oleh anaknya.

"Ya utang di bank sekarang ini masih jalan, cuma kita tidak bisa bayar penuh, tidak tahu sampai kapan. Uang yang ada sekarang cukupnya ya buat makan sehari-hari saja," katanya.

Perlu diketahui, jarak rumah Sukartini yang berada di kawasan Kepuh, GK III, Klitren dan Pasar Demangan cukup dekat, namun dengan adanya penutupan jalan, ia harus memutar jalan ke kawasan Akademi Perindustrian (Akprind) jalan Kalisahak lalu melewati jalan Munggur.

"Kalau jalan muter gitu kita nombok biaya perjalanan juga to, makannya sekarang banyak yang dagang harganya jadi naik," ucapnya.

Sementara itu, Bayu Andika, anak kedua Sukartini sebelumnya sempat berupaya untuk meringankan beban orang tua soal pembayaran kuliahnya, dengan bekerja di sebuah gym di kawasan Janti, namun karena semenjak PPKM diberlakukan awal bulan lalu, ia terpaksa dirumahkan.

Baca juga: Pelaku Wisata di Bantul Pasrah, Jika PPKM Darurat Diperpanjang

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved