Epidemiolog UGM: Testing Menyusut, Seolah Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta Turun, Padahal Tidak
Kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai belum mampu memberikan dampak penurunan jumlah positif Covid-19 di DI Yogyakarta.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM - Kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai belum mampu memberikan dampak penurunan jumlah positif Covid-19 di DI Yogyakarta.
Diketahui, pemerintah baru saja memperpanjang masa PPKM Darurat hingga 25 Juli mendatang.
Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama mengatakan, jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 memang turun.
Namun, turunnya jumlah itu terjadi karena jumlah tes yang turun. Sehingga, terlihat seolah-olah kasus Covid-19 di DI Yogyakarta turun, padahal tidak.
Baca juga: Warga Klaten yang Positif COVID-19 Lakukan Isolasi Terpusat, Bupati: Mudahkan Memantau Kondisinya
“Iya, itu sudah diakui pemerintah sendiri kan. Kalau jumlah yang dites turun, otomatis jumlah kasus turun juga. Bisa dilihat, positivity ratenya cenderung stabil,” kata Bayu, Jumat (23/7/2021).
Tingginya kasus positif Covid-19 dalam dua bulan terakhir ini menurutnya tidak berhubungan dengan efek dari gencarnya program vaksinasi melainkan masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan.
“Bukan karena vaksinnya, karena vaksin aman dan tidak akan menyebabkan sakit Covid-19. Yang mungkin terjadi adalah pelaksanaannya yang tidak terkendali dan menyebabkan 5M tidak bisa dijaga,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah kasus yang meningkat kemungkinan terjadi sejak lama. Namun, kasus tidak terpantau karena jumlah testing yang relatif minim.
“Kita tidak pernah bisa cukup testingnya sehingga data yang ada itu tidak mencerminkan yang sebenarnya,” tutur Bayu.
Maka dari itu, kata dia, mungkin sekali di bulan Juni 2021 lalu, kasus Covid-19 sudah tinggi, tapi tidak terdeteksi karena minimnya tes.
Bahkan, dia menduga sejak Mei lalu, sudah banyak kasus yang tidak terdeteksi ada di masyarakat.
Ia menyarankan agar pemerintah gencar melakukan program vaksinasi agar herd immunity segera tercapai.
Namun, apabila laju vaksinasi harian masih rendah maka target bulan September untuk herd immunity di Jawa-Bali akan sulit.
Baca juga: Seluruh Wilayah di DI Yogyakarta Dikenai Penerapan PPKM Level 4
“Laju vaksinasi harian kita masih sangat rendah. Kecuali kita bisa 2 juta sehari,” katanya.