Breaking News:

Kabupaten Sleman

Selama PPKM Darurat, Dishub Sleman Klaim Penurunan Mobilitas hingga 30 Persen

Penurunan ini dapat dlihat dari panjangnya antrean kendaraan harian di beberapa persimpangan jalan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dilaksanakan pada 3-20 Juli 2021 lalu diklaim menurunkan mobilitas warga hingga 30 persen.

Hal tersebut didapatkan dari hasil evaluasi pemantauan selama PPKM Darurat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Arip Pramana mengatakan penurunan ini dapat dlihat dari panjangnya antrean kendaraan harian di beberapa persimpangan jalan.

Di persimpangan jalan itu, ada alay pemberi isyarat lalu lintas (Apill) yang bisa dipantau dengan Area Traffic Control System (ATCS) Dishub DIY dan Pemkab Sleman.

Baca juga: PPKM Darurat, Mobilitas Warga di Kabupaten Sleman Turun 45 Persen 

Arip menuturkan, dari pantauan ATCS Dishub Pemda DIY, ada empat lokasi yang mengalami penurunan pengendara hingga 37 persen, yakni Jalan Kaliurang, Jalan Gejayan, Jalan Raya Seturan dan Jalan Raya Janti.

Kemudian, ada daerah yang mengalami penuruan pengendara sebanyak 53 persen, yakni perempatan Syantikara, UNY, Kolombo, Pasar Stan, Tajem, Jalan Kaliurang UII dan area Ngablak, Turi.

“Jika ini dibagi maka hasilnya terjadi penurunan hingga 45%,” katanya, Kamis (22/7/2021).

Sedangkan, dari hasil penilaian Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenkomarves), mobilitas masyarakat Sleman turun hingga 30 persen berdasarkan Google Traffic.

“Dari analisa awal yang dilakukan maka, penurunan mobilitas masyarakat Sleman  hampir memenuhi target awal yang dicanangkan pemerintah pusat, yakni 30 hingga 50 persen,” terangnya.

Baca juga: Selama PPKM Darurat, Satpol-PP Sleman Beri Teguran hingga Pembubaran bagi 159 Pelanggar 

Arip menjelaskan, selama PPKM darurat, pihaknya menerjunkan 30 personel. 

Mereka rutin melakukan pemantauan dan ikut juga dalam kegiatan penyekatan bersama Kepolisian di perbatasan Tempel - Magelang dan Prambanan - Klaten.  

Di samping itu, bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), juga berpatroli ke sejumlah titik yang dianggap rawan kerumunan. 

Kabupaten Sleman saat ini kembali menerapkan PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021.

Aturan tersebut tertuang dalam Intruksi Bupati Sleman nomor 18/2021 tentang PPKM di Sleman dari 21 Juli-25 Juli 2021. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved