Breaking News:

Yogyakarta

Leadership Talk BI dan Genbi DIY, Bekali Pemuda untuk Menjadi Pemimpin Masa Depan

Leadership talk yang digagas tersebut mampu menjadi bekal pemuda untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia, Indonesia dan DI Yogyakarta.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Tangkapan layar
'Leadership Talk & Capacity Building Sistem Pembayaran' yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY dan Generasi Baru Indonesia (Genbi) DIY. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia (BI) dan Generasi Baru Indonesia (Genbi) DIY menggelar agenda ‘Leadership Talk & Capacity Building Sistem Pembayaran’, Kamis (15/7/2021).

Dalam agenda itu, generasi pemuda yang tergabung di Genbi DIY bisa mendapatkan ilmu dari tokoh-tokoh kenamaan, seperti Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Panut Mulyono dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Miyono.

Ada juga Asisten Analis BI DIY, Sepridany Jaya Hutabarat serta Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) BI DIY, Andi Adityaning Palupi.

Baca juga: Bank Indonesia DIY Sebut Pemulihan Ekonomi Masih Bergantung dengan Aspek Kesehatan

“Genbi ini diharapkan mampu menjadi leader-leader mumpuni di masa depan, menggantikan generasi saat ini. Adanya bincang-bincang bisa sebagai knowledge sharing buat adik-adik generasi muda,” ungkap Miyono dalam sambutan.

Dia berharap, leadership talk yang digagas tersebut mampu menjadi bekal pemuda untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia, Indonesia dan DI Yogyakarta.

“Semoga, Genbi DIY juga menjadi panutan bagi Genbi-Genbi lain. Ini adalah pengetahuan bagi kalian, khususnya tentang sistem pembayaran dan QRIS,” ujarnya.

Sementara, Rektor UGM, Panut Mulyono memberikan pemahaman tentang sifat seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Baca juga: Bank Indonesia DIY Pastikan Uang yang Diedarkan Terbebas dari Covid-19

Menurutnya, pemimpin di masa yang akan datang perlu memiliki sejumlah keahlian, termasuk memecahkan masalah agar negara Indonesia bisa menjadi negara maju.

Dengan begitu, ketika bonus demografi sudah terjadi, maka Indonesia tidak akan kesulitan secara ekonomi.

“Bonus demografi nanti, kalau Indonesia ini belum jadi negara maju, berat. Adanya bonus ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memacu ekonomi dan mengejar ketertinggalan kita,” tuturnya.

Apalagi, kata dia, Indonesia sangat kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), maka harus dibarengi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai untuk mengelolanya.

Panut juga mendorong pemuda untuk menempuh studi yang tinggi sehingga ilmunya bisa menjadi bermanfaat bagi bumi pertiwi. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved