Jaring Relawan Penanganan COVID-19, Pemkab Gunungkidul Buka Pendaftaran Hingga Jemput Bola

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah membuka rekrutmen bagi relawan penanganan COVID-19

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah membuka rekrutmen bagi relawan penanganan COVID-19.

Upaya selain pendaftaran resmi pun dilakukan agar kebutuhan tenaga tercukupi.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan sudah ada ratusan pendaftar sejak resmi dibuka.

Namun jumlah yang diterima masih minim.

Baca juga: dr Zaidul Akbar Bagikan Pengalaman Sahabat, Adakah Hubungan Virus dengan Ayat Alquran?

"Misalnya seperti kemarin itu yang daftar ada 148, dapatnya 46 tenaga," ungkap Dewi ditemui pada Rabu (14/07/2021) lalu.

Ia juga mengatakan upaya penjaringan dilakukan dengan mekanisme jemput bola.

Antara lain dengan menghubungi para pendaftar seleksi tahun sebelumnya agar bersedia menjadi relawan penanganan COVID-19.

Menurut Dewi, sejumlah pendaftar sempat terkendala syarat administrasi untuk lolos.

Akhirnya disepakati syarat disederhanakan, antara lain wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai tenaga kesehatan.

"Yang penting mereka bersedia menjadi relawan untuk membantu penanganan," jelasnya.

Dewi mengatakan berbagai posisi ditawarkan dalam rekrutmen tersebut. Mulai dari dokter umum, dokter spesialis, bidan, tenaga administrasi, hingga pengemudi ambulans.

Adapun kini proses pendaftaran sudah berakhir. Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi Dinkes Gunungkidul, total ada 154 orang yang telah mendaftar sebagai relawan.

Baca juga: Angka Kematian Covid-19 Tinggi, BPBD DIY Tegaskan Lahan Pemakaman Masih Mencukupi

Bupati Gunungkidul Sunaryanta sebelumnya mengatakan penambahan tenaga relawan jadi fokus penanganan COVID-19 di wilayahnya.

Penambahan itu diikuti dengan peningkatan fasilitas pendukung di rumah sakit (RS) rujukan.

"Kami memahami saat ini sangat sulit mencari relawan, sehingga berbagai cara diupayakan," jelasnya.

Salah satu fasilitas pendukung vital yang ditingkatkan adalah alat pengolah oksigen. Sebab oksigen sangat dibutuhkan oleh para pasien COVID-19 bergejala sedang hingga berat.

Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati sebelumnya mengungkapkan bahwa saat ini kemampuan produksi oksigen sudah ditingkatkan. Peningkatan itu dibantu dengan adanya upgrade kompresor pada mesin pengolah oksigen.

"Kemampuan produksinya saat ini mencapai 9 juta liter per bulan, masih mencukupi selama tidak terjadi lonjakan pasien," kata Heru pada awal Juli lalu. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved