Seminar Dies Natalis ISI Yogyakarta Ke-37 'Seni dan Kehidupan Normal Baru'
Pandemi Covid-19 masih membayangi masyarakat Indonesia saat ini. Korbannya tak pandang status, usia, negara, ras dan agama. Buntutnya, kegiatan sehari
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Pandemi Covid-19 masih membayangi masyarakat Indonesia saat ini. Korbannya tak pandang status, usia, negara, ras dan agama. Buntutnya, kegiatan sehari-hari dibatasi untuk mengurangi penyebaran virus Covid 19.
Di sisi lain, seni senyatanya tetap harus bergerak, berlangsung sebagai bagian hidup. Pemberlakuan 'normal baru' dalam rangka menghadapi masa depan perlu dipikirkan dan disiasati.
Membedah persoalan tersebut, ISI Yogyakarta menyelenggarakan seminar nasional bertajuk 'Seni dan Kehidupan Normal Baru', Kamis (8/7/2021).
Baca juga: Percasi Sleman Bina 40 Atlet Untuk Persiapan Porda 2022
Seminar nasional yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting dan live streaming tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke 37 ISI Yogyakarta.
Seminar nasional ini diselenggarakan sebagai respon dunia pendidikan tinggi seni terhadap masa pandemi yang belum juga berakhir dan masyarakat yang memasuki kehidupan normal baru.
Apakah seniman dan lembaga pendidikan seni mampu menuju “normal baru”? Mampukah kita bersama-sama bersepakat tentang kehidupan “normal baru” tersebut? Serta seberapa besar kesenian dapat dipakai sebagai sarana menuju kehidupan pandemi dan “normal baru”? atau jangan-jangan sesungguhnya kita telah memasukinya secara alamiah?
Acara seminar nasional ini dimulai dengan sambutan Ketua Panitia Dies Natalis ke 37 ISI Yogyakarta, penyampaian keynote speaker oleh Rektor ISI Yogyakarta, Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum.
Selain itu, seminar nasional ini juga menghadirkan 3 narasumber yaitu Dr. Miroto (Staf Pengajar ISI Yogyakarta), Tommy F. Awuy (Filsuf & Staf Pengajar Universitas Indonesia), dan Garin Nugroho (Pengamat budaya/seni) serta dipandu oleh moderator Dr. Mikke Susanto, MA (Staf Pengajar & Koordinator Seminar Dies Natalis ISI Yogyakarta ).
Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum menyampaikan bahwa masa pandemi menyebabkan aktivitas pertunjukan dan pameran menurun jumlahnya, akan tetapi seni terus berusaha menemukan jalannya untuk tetap melakukan aktivitas berkesenian sehingga memanfaatkan produk teknologi dan media sosial seperti Youtube untuk menyelenggarakan pameran dan pementasan secara virtual.
"Harapannya, kita mempunyai kesadaran sebagai dasar untuk persiapan memasuki era baru atau era new normal ini. Kesiapan dasar itu kemudian harus diperkuat dengan berbagai macam penelitian, pengembangan infrastruktur dalam hal ini alat maupun prasarana, dan yang menjadi penentu terakhir itu SDM," ujar Agus.
"Jadi dalam hal ini, dunia kesenian baik dari hulu sampai ke hilirnya, diharapkan bisa tergugah kesadarannya dengan dasar-dasar yang harus dimiliki sebagai syarat yang harus dipergunakan dalam memasuki era new normal ini,"
Lebih lanjut Agus menerangkan, khususnya di dunia pendidikan tinggi seni seperti di ISI Yogyakarta, ada perubahan-perubahan yang harus dilakukan dari bentuk-bentuk yang dasar, di antaranya penyiapan instrumen pembelajaran baru yakni kurikulum.
"Kurikulum ini sebagian besar kontennya untuk melayani dunia seni yang sifatnya masih manual. Nah ini juga harus berangsur-angsur kita padukan dengan konten-konten bermuatan teknologi serta digitalisasi," kata Agus.
"Semoga dengan seminar ini mampu memberikan jawaban bahwa lembaga pendidikan seni mampu menuju normal baru dan kesenian dapat dipakai sebagai sarana menuju kehidupan pandemi dan normal baru," harapnya.
Adapun narasumber pertama, Dr. Miroto menyampaikan makalah berjudul Tari Virtual: Akankah Menjadi New Normal di Lingkungan Akademis?. Melalui makalah ini pembicara pertama mencoba mendeskripsikan apakah tari virtual akan menjadi new normal di lingkungan akademi.
Baca juga: 4.089 Penyandang Disabilitas di Kulon Progo Akan Disuntik Juli Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penyampaian-keynote-speaker-oleh-rektor-isi.jpg)