Dinkes Bantul Tambah Relawan untuk Tangani Pasien Covid-19
Dinkes Bantul Tambah Relawan untuk Tangani Pasien Covid-19 di Kabupaten Bantul
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Selama PPKM Darurat, Pemkab Bantul tak hanya melakukan pembatasan aktivitas ke masyarakat saja, namun dari sisi kesehatan juga semakin meningkatkan 3T yakni tracing testing treatment.
Dan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul juga menambah relawan dan tenaga medis.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo menjelaskan bahwa PPKM Darurat juga mengamanahkan untuk meningkatkan 3T.
Terkait tracing, ia menjelaskan bahwa dalam PPKM Darurat ini pihaknya akan menjangkau minimal 15 orang per satu konfirmasi positif Covid-19.
"Agar jangan sampai ada yang lolos. Lalu dilanjutkan dengan testing, kami lakukan dengan rapid antigen untuk mendiagnosis. Untuk testing kami sempat 1.300 orang per hari, sekarang sudah mencapai 1000 sampai 1200 orang per hari," ungkapnya Senin (5/7/2021).
Upaya ini terus dilakukan sampai positif rate di wilayah Kabupaten Bantul bisa di bawah lima persen.
"Sekarang bisa sampai 60 persen. Masih jauh, maka masih banyak yang harus kami kerjakan," imbuhnya.
Termasuk salah satunya adalah menambah jumlah relawan.
Agus Budi menyatakan pihaknya terus melakukan akselerasi dengan mulai melakukan rekrutmen relawan.
Baca juga: Banyak Nakes Terpapar, RS Rujukan COVID-19 di Gunungkidul Butuh Tambahan Relawan Medis
Baca juga: Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Izinkan RS Isi Tabung Oksigen ke Perusahaan Beda Merk
Rekrutmen itu juga termasuk dokter dan tenaga kesehatan untuk shelter kabupaten.
"Kami juga akan menambah relawan untuk percepatan vaksinasi. Supaya vaksinasi bisa kita kejar," terangnya.
Sebelumnya Wakil Bupati, Joko B. Purnomo mengusulkan agar menambah tenaga vaksinator melalui jalur relawan apabila memungkinkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
"Karena faktanya hari ini beberapa puskesmas tenaga kesehatannya harus menjalani karantina atau isolasi." kata Wakil Bupati yang juga selaku Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul.
Hal ini selain untuk menutupi kebutuhan tenaga kesehatan juga dapat bisa menambah capaian vaksinasi.
Selain itu, ia mengatakan perlunya menambah relawan dan pelatihan pemulasaraan jenazah pasien covid-19. Hal ini dikarenakan adanya kasus pasien covid-19 yang meninggal ketika melakukan isolasi mandiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)