Inilah Jumlah Kasus Positif Corona Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tercatat Pemerintah

kasus terkonfirmasi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta mencatatkan rekor penambahan tertinggi, Minggu (27/6/2021).

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Dok Tribunjogja.com
Kampanye patuh protokol kesehatan di daerah Istimewa Yogyakarta 2020 

"Proses hukum bagi penyebar hoax yang anti terhadap upaya penanggulangan Covid-19," paparnya.

Dia juga meminta kepada pemerintah untuk terus memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 untuk mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Lebih jauh, ketahanan pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit juga perlu diperkuat.

Terlebih tingkat keterisian tempat tidur RS rujukan Covid-19 telah mencapai 80 persen.

Terkait penularan di kalangan dokter, IDI DIY mengaku telah melaksanakan mitigasi dan advokasi kepada dokter agar tidak terpapar Covid-19.

Pihaknya juga memberikan santunan terhadap dokter yang meninggal setelah terinfeksi virus korona.

SENI MELAWAN COVID-19. Warga melintasi karya seni mural bertajuk melawan covid-19 di kawasan Serangan, Kota Yogyakarta, Minggu (13/12/2020).
SENI MELAWAN COVID-19. Warga melintasi karya seni mural bertajuk melawan covid-19 di kawasan Serangan, Kota Yogyakarta, Minggu (13/12/2020). (Dok Tribunjogja.com)

Rumah Sakit

Sejumlah rumah sakit rujukan di Kota Yogyakarta mulai kewalahan menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Satu di antaranya, RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, yang harus menutup layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), pada Sabtu (26/6/21).

Humas RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakrata, Nunung Damayanti menyampaikan, penutupan tersebut ditempuh, karena keterbatasan bed dan ruang perawatan.

Ia berujar, penumpukan pasien sempat terjadi di IGD faskes yang berlokasi di Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan itu.

"Kondisi kamarnya sekarang full, kemudian masih banyak pasien yang masih mengantre, karena belum mendapat kamar, ya," cetus Nunung, Minggu (27/6/21).

Hanya saja, ia memastikan, seusai kepadatan pasien bisa diurai, IGD RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakrata dapat beroperasi kembali per Minggu (27/6/21). Walau begitu, bukan berarti dokter, serta tenaga kesehatan di faskes setempat bisa bersantai meski hanya sejenak.

"Ya (sangat kewalahan) karena ada lonjakan pasien Covid, kemudian kita mengalami keterbatasan tempat dan nakes yang bertugas di garda depan. Kondisi riilnya bagimana, silakan pantau langsung lapangan," katanya.

Dengan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur khusus pasien Covid-19 yang kini mencapai 80-90 persen, baik ICU dan non ICU, RS PKU pun bakal melakuakan penambahan kuota. Harapannya, hal itu sanggup direalisasikan dalam waktu dekat.

"Manajemen berencana menambah bed untuk mengatasi lonjakan pasien Covid-19. Untuk oksigen, sementara ini sudah tercukupi, meski beberapa hari lalu langka. Tapi, sekarang sudah cukup aman," ujar Nunung.

"Dengan kondisi saat ini, RS darurat sepertinya diperlukan untuk mengatasi lonjakan pasien Covid-19 di Yogyakarta, mengingat banyak rumah sakit yang kewalahan, karena keterbatasan tempat dan tenaga," lanjutnya. ( Tribunjogja.com | Tro | Aka )

Halaman Selanjutnya: Pasien virus corona dunia juni indonesia peringkat malaysia usa china

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved