Breaking News:

PHRI DIY Tegas Menolak Wacana Lockdown, Ini Alasannya

PHRI DI Yogyakarta menolak wacana lockdown yang baru-baru ini disampaikan oleh Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/ Santo Ari
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DI Yogyakarta menolak wacana lockdown yang baru-baru ini disampaikan oleh Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sebab, jika wacana tersebut benar-benar dilaksanakan, maka akan mengancam eksistensi industri pariwisata di DIY.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan meski baru sebatas wacana, pihaknya sudah memperoleh dampak yang cukup mencengangkan.

Bagaimana tidak, beberapa wisatawan memutuskan untuk membatalkan reservasi, karena khawatir kebijakan tersebut diterapkan.

"Sejauh ini sudah banyak yang menanyakan dan cancel, atau menunda reservasi. Tamu-tamu dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. Sudah sekitaran 30 persen yang membatalkan," ungkapnya, Minggu (20/6/2021).

Deddy menyampaikan, wacana tersebut akan memperburuk kondisi para pelaku pariwisata di Yogyakarta.

Ia pun berharap situasinya bisa terkendali, dimana penanggulangan Covid-19 dibarengi dengan penanganan ekonomi. Sehingga, tak ada pihak yang dikorbankan dalam upaya bersama.

"Makanya, kami menolak wacana tersebut. Kita sepakat, ya, kesehatan dan ekonomi berjalan dengan beriringan bersama karena pandemi Covid-19 ini kita semua belum tahu kapan berakhirnya, sampai sejauh mana," terangnya.

"Wacana tersebut tidak akan efektif, nanti keduanya, baik itu kesehatan, maupun ekonomi, akan ambruk bersama. Nah, kemungkinan itu harus dihindari," lanjut Deddy.

Baca juga: Terkait Wacana Lockdown, Begini Pendapat Warga DI Yogyakarta

Baca juga: Lockdown Itu Opsi Terakhir, Jalankan Prokes Sebuah Kewajiban

Terlebih, saat ini hotel dan restoran di Yogyakarta pun telah mengantongi sertifikasi protokol kesehatan dari Pemkot dan Pemkab setempat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved