Kabupaten Bantul

Tim Ilmu Kesehatan Masyarakat Unnes Dampingi Upaya Pencegahan Covid-19 di SD Bantul

Kegiatan itu bertujuan untuk mendampingi sekolah dalam penerapan sistem manajemen darurat Covid-19.

Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Sigit Widya
ISTIMEWA
Tim Pengabdi dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Unnes dampingi SD Negeri Brajan, Kasihan, Kabupaten Bantul, terkait upaya pencegahan Covid-19, baru-baru ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sekolah sebagai unit pendidikan cukup dekat dengan aktivitas masyarakat sehingga menjadi pintu strategis untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran dalam berbudaya sehat dan selamat, khususunya pada masa pandemi Covid-19.

Karenanya, upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19 di sekolah harus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Apalagi, jika sekolah berencana membuka kembali pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru, baik secara penuh maupun blended ataupun hybrid.

Tentu, semua harus mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19 di zona sekolah serta memperhatikan kebijakan pemerintah daerah.

Tim Pengabdi dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang (Unnes) pun saat ini ikut ambil peran dalam pendampingan.

Mereka melakukan pencegahan Covid-19 di sekolah, khususnya SD Negeri Brajan, Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Baca juga: Pemkot Magelang Teken Kerja Sama dengan UNNES Semarang

Tim Pengabdian dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Unnes meliputi Evi Widowati SKM, MKes; Drs Herry Koesyanto MS; dr Anik Setyo Wahyuningsih MKes; dan Nurul Huda Agustiani SPd, MSi.

Ada pula tim dari mahasiswa, antara lain, R Alma Dwi Mayasari, Fitri Rahmawati Dyah Pitaloka, Sherly Mambe, Al Fitra Salim As-Syifa, dan Adriansyah Permanahadi.

Kegiatan itu bertujuan untuk mendampingi sekolah dalam penerapan sistem manajemen darurat Covid-19 sehingga lebih siap, lebih mampu, dan turut berperan aktif dalam memutus penularan.

Ada tiga kegiatan utama yang dilakukan oleh Tim Pengabdian dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Unnes.

Satu di antaranya adalah implementasi standard operating procedure (SOP) tata laksana pencegahan dan penanganan Covid-19 di sekolah.

Demikian juga pendampingan untuk implementasi tujuh standar penting dalam adaptasi tatanan baru.

Baca juga: Daun Kering Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi di Kriya Tulang Daun Unnes

Standar tersebut terkhusus kepada aspek lingkungan, yaitu dengan pendekatan ventilasi-durasi-jarak (VDJ).

Standar fokus pula kepada aspek manusia, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak (3M).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved